Kades Serdang Kecewa Terhadap Keluarga Pasien Covid

ASAHAN, bumantaranews.com – Guntur Gunawan, Kepala Desa Serdang, Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan, mengaku kecewa terhadap keluarga pasien Covid-19 yang mempersalahkan pihaknya selaku Gugus Tugas Desa yang terkesan menelantarkan pada saat lubang kuburan akan ditutup.

“Tidak ada pembiaran. Sebelumnya ada keributan dulu di pihak keluarga atas kematian ini. Keluarga tidak bersedia mengurus jenazah karena sudah ada beberapa anggota keluarga yang dinyatakan Covid. Jadi di sini saya inisiatif untuk ambil alih membantu,” kata Gunawan, Rabu (4/8).

Saat itu, keluarga protes mengapa tidak ada petugas yang melakukan pemulasaran. Sementara Gunawan telah berkoordinasi dengan puskesmas setempat dan mendapat penjelasan bahwa aturan bila ada warga meninggal Covid-19 saat isoman di rumah, maka proses pengurusan jenazah diserahkan kepada keluarga, pihak puskesmas atau pemerintahan desa hanya mendapingi dan memfasilitasi alat pelindung diri (APD).

“Jadi sudah kita jelaskan, keluarga tidak terima. Anak-anaknya tidak berani mengurus jenzah orangtuanya, karena sebagian dari mereka sudah ada yang positif. Jadi sebagai kepala desa, tentu saya merasa ada tanggungjawab, maka saya bernisiatif suka rela membantu bersama salah satu tenaga medis dan juga saya yang memasukkan almarhum ke peti jenazah, ada enam orang dibantu tetangga,” jelas Gunawan.

Gunawan mengatakan, ia justru ikut mengantarkan sampai ke pemakaman hingga menurunkan jenazah ke lubang kuburan. Namun setelah jenazah diturunkan, keluarga menggelar kegiatan ritual keagamaan.

“Jadi makan waktu yang lama. Karena waktu yang bersamaan saya ada kegiatan rapat di desa, maka kehadiran saya sangat ditunggu. Jadi mungkin di sinilah yang membuat keluarga merasa kecewa,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, Gugus Tugas Desa juga sebenarnya pada hari Sabtu (31/7) telah menawarkan fasilitas Isoman di rumah yang disiapkan oleh pemerintah desa, karena saat itu selain BM (88) yang meninggal dunia karena Covid, terdapat tiga anggota keluarga lain memiliki kontak erat satu rumah ikut terpapar.

Sebelumnya, video menunjukkan sejumlah orang dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) berada di pemakaman viral. Pengunggah menyertakan narasi soal makam pasien Covid -19 yang belum ditutup tanah, namun petugas meninggalkan lokasi pemakaman.

Dalam video itu, tampak beberapa orang menggunakan APD meratap di pemakaman dengan kondisi lubang makam yang belum ditutup. Salah seorang di antaranya terlihat sedang memasukkan tanah dengan cangkul ke dalam lubang.

“Keluarga dibiarkan menutup sendiri kuburan orangtuanya. Pihak Gugus Tugas meninggalkan keluarga. Inilah keluarga, tidak ada sama sekali petugas,” kata perekam dalam video itu.

Video tersebut diunggah oleh salah satu akun Facebook. Peristiwa itu disebut terjadi pada Senin (2/8) di Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.

“Tolong bantu disebarluaskan teman-teman. Ini video pemakaman ibu saya yang kata pihak rumah sakit terpapar Covid. Yang di mana pihak pemerintah dan petugas gugus Covid, seolah tidak mempedulikan jenazah ibu saya, mulai dari rumah hingga ke tempat pemakaman.

Sesampainya di tempat pemakaman, petugas dan pihak Gugus Tugas langsung pulang tanpa menutup liang kubur. Yang di mana hal tersebut salah dalam peraturan Kemenkes RI terbaru dalam tata cara penguburan jenazah Covid,” tulis pemilik akun dalam postingannya.

Salah seorang wanita yang ada di dalam video tersebut, Romasta Simangunsong, membenarkan kejadian itu. Orang yang dimakamkan dalam video itu adalah ibunya, BM (88). Dia menyebut ibunya sempat dinyatakan Covid  dan menjalani isolasi mandiri, lalu meninggal dunia. (Per)