2 Warga Siantar Tewas Tergantung

Kurun Waktu Tiga Hari

SIANTAR, bumantaranews.com – Dalam kurun waktu tiga hari, dua warga Kota Pematangsiantar ditemukan tewas tergantung. Keduanya berjenis kelamin lelaki dan sudah dewasa.

Teranyar, Minggu (8/8) sekitar pukul 07.00 WIB, Suherman (32) ditemukan tewas tergantung di rumahnya, Jalan Jalan Narumonda Gang Cabe II Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar. Kondisi Herman yang tergantung kali pertama ditemukan kakak iparnya, Santi (45).

Informasi dihimpun, pagi itu Santi hendak mengantarkan sarapan untuk korban yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Setiba di rumah korban, Santi menemukan pintu rumah terkunci. Santi pun mencoba memanggil korban yang masih berstatus lajang itu. Namun tidak ada jawaban.

Merasa curiga, Santi mendobrak pintu dan melihat adiknya sudah tergantung pada tiang broti atap rumah (seng). Santi segera berteriak minta tolong, sehingga para tetangga berdatangan.

Tidak lama kemudian, Kapolsek Siantar Timur Iptu Rudi Panjaitan dan personel piket datang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka menurunkan jasad korban. Hanya saja keluarga membuat surat pernyataan tidak dilakukan otopsi dan juga tidak diproses hukum. Mereka ikhlas menerima korban meninggal gantung diri.

Menurut keluarga, korban yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan itu sudah lama mengidap penyakit asam lambung dan dalam masa pengobatan.

Karena adanya surat pernyataan keluarga korban dan tidak adanya tanda-tanda mencurigakan maupun tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, maka Kapolsek menyerahkan jasad korban kepada keluarga untuk disemayamkan. Jenazaj korban dimakamkan siang harinya sekira pukul 12.00 WIB di Pemakaman Muslim Jalan Pane.

“Benar, korban Suherman ditemukan gantung diri. Keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan otopsi,” kata Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar SIK melalui Kapolsek Siantar Timur Iptu Rudi Panjaitan.