Perbatasan Siantar Dilengkapi Posko, Jalan Dibuka Tutup

PPKM Level 3 Diperpanjang dan Diperketat

SIANTAR, bumantaranews.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Pematangsiantar telah berakhir Senin (9/8). Namun pelaksanaan PPKM Level 3 tersebut akan diperpanjang dan diperketat. Salah satunya, di perbatasan Kota Pematangsiantar akan didirikan posko dilengkapi petugas, dan kemungkinan besar ruas-ruas jalan diberlakukan sistem buka tutup.

“Malam minggu kemarin kami rapat bersama Pak Gubernur, Kapolda, dan Pangdam. Kayaknya perlakuan harus lebih ketat lagi,” kata Walikota Pematangsiantar yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar, Senin (9/8).

Selain itu, lanjutnya, pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 juga harus diperketat lagi.

“Ada beberapa arahan yang disampaikan Pak Gubernur dan Kapolda. Jadi, seperti pesta-pesta harus lebih tegas. Terus di tempat-tempat usaha dan tempat-tempat keramaian, kita buat posko,” terangnya.

Di posko tersebut, tentunya akan selalu ada petugas atau Tim Satgas Penanganan Covid-19.

“Jadi paling tidak ini mensugesti para pengusaha untuk menerapkan protokol kesehatan, mulai jumlah pengunjung hingga jam operasionalnya,” sebutnya.

Terkait pembatasan jumlah pengunjung dan jam operasional usaha, diakui Hefriansyah, selama ini sudah diberikan imbauan. Hanya saja, tetap ada yang membandel.

“Kita sudah melakukan (pembatasan), tapi kadang masyarakat tidak mau bekerja sama,” katanya lagi.

Untuk titik lokasi posko, Hefriansyah mengatakan, masih akan dirapatkan di Satgas Penanganan Covid-19.

“Nanti kita rapatkan dulu. Termasuk wilayah perbatasan, akan ada posko. Mungkin pemberlakuannya seperti Covid-19 tahap pertama. Bahkan, mungkin nanti ruas-ruas jalan akan dibuka tutup,” ujarnya.

Masih kata Hefriansyah, dalam PPKM Level 3 diperketat, pemerintah pusat sudah mensupport dana melalui refocusing anggaran, yang awalnya minimal 8 persen dari APBD ditambah 25 persen lagi.

Soal Ditanya soal kafe yang beroperasi hingga melewati batas waktu yang telah ditentukan, bahkan ada hingga dini hari, Hefriansyah mengaku ia sudah ditegur Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

“Aku tiap hari kena repet gubernur,” tandasnya.

Namun, untuk pemberian sanksi yang tegas kepada para pengusaha, yaitu pencabutan izin sementara, Hefriansyah mengaku tidak tega. (net)