5 Anggota DPRD Labura Pesta Narkoba, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

KISARAN, bumantaranews.com – Polres Asahan hingga kini masih belum menetapkan status tersangka terhadap 17 orang yang diamankan, termasuk pada 5 orang wakil rakyat dari Labuhanbatu Utara (Labura) yang terjaring razia PPKM saat sedang karaoke bersama sejumlah wanita di Kisaran, Asahan.

“Untuk kendala (penetapan tersangka) tidak ada, namun ada tahapan-tahapan yang harus kami lakukan seperti asesmen terpadu, kami sudah berkoordinasi dengan BNNP Sumatera Utara, BNNK Asahan, termasuk Kejaksaan. Kami akan lakukan asesmen terpadu terlebih dahulu berikutnya akan digelar gelar perkara,” kata Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (10/8).

Terkait pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh 17 orang tersebut saat pesta narkoba di tempat karaoke, Putu juga mengatakan akan menindaklanjuti setelah mendapat hasil pendalaman pada perkembangan penyelidikan.

“Kami masih dalami dulu hasil penyelidikannya ke-17 orang ini nanti, mungkin dari situ bisa berkembang,” jelas Putu.

“Kalau tempat hiburan malam kami sudah sering melakukan razia, operasi Yustisi yang dilakukan bersama Satgas Covid Kabupaten Asahan. Pada saat itulah didapat informasi dan ditemukan ada yang berpesta narkoba dalam hal ini ekstasi di salah satu karaoke hotel di Kota Kisaran,” jelas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini lagi.

Polres Asahan turut mengamankan beberapa butir pil ekstasi di ruangan tempat ditangkapnya anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) saat terjaring razia bersama sejumlah wanita pemandu di salah satu ruangan karaoke.

“Di TKP kami menemukan butiran, beberapa butir pil ekstasi ada yang pecahan seperempat, ada yang pecahan setengah ada juga yang serpihan karena mungkin sudah diinjak jadi ada upaya memang untuk membuang (ekstasi), namun ini masih kita dalami, kita pilah-pilah dari ke-17 orang ini yang mana bisa kita tetapkan jadi tersangka,” kata Putu Yudha.

Dari seluruhnya yang diamankan terbukti 14 orang positif termasuk 5 orang anggota DPRD Labura. Seluruhnya sampai hari ini masih dilakukan penahanan di Satuan Narkoba Polres Asahan.

Putu juga menjelaskan, dari 17 orang diamankan ini datang dari berbagai daerah hingga akhirnya berkumpul di lokasi karaoke dan diamankan dari satu ruangan.

“Dari 17 orang ini (datang) macam-macam, ada yang dari Medan, ada yang dari Labura, ada juga yang datang dari Batu Bara, ya ini masih kita dalami,” kata Putu.

Sebelumnya, lima orang anggota DPRD Labura ditangkap saat razia PPKM di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Asahan. Lima anggota DPRD Labura ini ditangkap bersama sejumlah wanita pada Sabtu (7/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Akibat Pengusaha Tak Patuhi Himbauan

Gugus Tugas Kabupaten Asahan menyebutkan masih banyaknya pengusaha yang tidak mematuhi himbauan terkait operasional usaha pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dimana saat ini Asahan berada pada level 3.

“Karena ada pengusaha yang tidak mematuhi himbauan, makanya kejadian seperti yang sudah jadi viral. Tidak lanjut dari situ, kita berharap kepada seluruh pengusaha baik café, hiburan malam dan lain-lain mematuhi himbauan tersebut,” kata Rahmad Hidayat Siregar, juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Asahan, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/8).

Setelah kejadian tertangkapnya 5 orang anggota DPRD Labura dirazia saat PPKM di lokasi karaoke, Hidayat berharap pengusaha patuh terhadap peraturan operasional usaha di tengah PPKM.

“Kalau sangsi hukum bukan urusan Gugus Tugas. Kita hanya memberikan himbauan sifatnya agar pengusaha itu taat mematuhi himbauan. Kalau tindak lanjut dari situ, penanganannya sudah pihak Polres,” kata Rahmad.

Terhadap pengusaha yang melanggar aturan, Hidayat menjelaskan Gugus Tugas tetap akan menegakkan prosedur sesuai peraturan daerah yang berlaku dimulai dari surat peringatan.

“Kita berikan peringatan sesuai aturan berlaku, ada Perda yang mengatur dan berharap yang seperti ini jangan ada lagi. Gugus Tugas masih terus memberikan himbauan kepada pengusaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, lima orang anggota DPRD Labura ditangkap saat razia PPKM di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Asahan. Lima anggota DPRD Labura ini ditangkap bersama sejumlah wanita pada Sabtu (7/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kelima anggota DPRD tersebut berinisial JS, AB, KAP, GK, dan PG. Setelah menjalani tes urine, kelima anggota DPRD Labura ini dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Dua di antaranya telah dipecat, yakni AB dari PPP dan PG, dari Hanura. Kelimanya masih berstatus terperiksa dalam kasus ini. (Per)