Naiknya Kasus Covid, Dinilai Kurangnya Sosialisasi Prokes

LABUHANBATU, bumantaranews.com – Kasus penanganan Covid-19 di Kabupaten Labuhanbatu terus mengalami peningkatan, sehingga Labuhanbatu termasuk dalam zona orange.

Informasi dihimpun dari laman Facebook Dinas Komunikasi dan Informatika Labuhanbatu, tercatat hingga 14 Agustus 2021 konfirmasi aktif berjumlah 486 orang.

Dalam hal ini, pihak Pemerintah Labuhanbatu mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan memperketat protokol kesehatan.

“Hari ini Labuhanbatu masih berada di zona orange, dengan jumlah konfirmasi positif aktif 486. Mari bekerja sama perketat protokol kesehatan. Patuhi aturan-aturan dalam Pemberlakuan PPKM Level 3. Kesadaran diri sendiri adalah kunci agar kita bisa keluar dari pandemi ini. Bersama kita bisa Lawan Covid-19,” tulisnya.

Namun, penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Labuhanbatu dinilai kurang maksimal oleh Gerakan Mahasiswa Revolusi Labuhanbatu Raya (Gemasila-Raya).

Ketua Gemasila-Raya, TM Sipahutar kepada wartawan mengatakan, kemungkinan dengan meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Labuhanbatu disebabkan kurangnya edukasi dan sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu kepada masyarakat.

“Seperti, anjuran melakukan 6 M. Mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan menjaga mobilitas dan melaksanakan vaksinasi,” ujarnya, Minggu (15/8/2021) di Rantauprapat.

Menurutnya, meningkatnya kasus Covid-19 tersebut juga dapat disebabkan oleh masyarakat yang kurang memahami instruksi dari Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) mengenai tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kalau hal ini tidak cepat diantisipasi, kita khawatirkan wilayah Labuhanbatu akan naik ke PPKM level IV dalam kategori darurat. Sebagai sikap Gemasila Raya, kami beserta kawan-kawan mahasiswa akan ikut berperan aktif turun ke lapangan, dalam agenda kegiatan memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bagaimana memahami masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes) dalam pencegahan penularan Covid -19 se-kabupaten Labuhanbatu,” tandas TM Sipahutar.

Salahseorang aktivis mahasiswa Muslim Nasution turut merasakan kondisi yang semakin sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini dari segi ekonomi maupun sosial.

“Banyak masyarakat yang merasakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di masa pandemi Covid-19. Sehingga butuh dukungan dari seluruh elemen agar bisa saling membantu. Seperti membuka dapur umum, bantuan sembako, serta bantuan alat kesehatan,” paparnya.

Dirinya berharap, penempatan dan penggunaan anggaran yang ada di Pemerintahan Daerah Kabupaten Labuhanbatu harus tepat sasaran.

“Jangan ada yang diskriminasi. Jika tidak, ini pasti akan sangat berdampak pada masyarakat kedepannya,” pungkas Muslim. (Bud).