Penyekatan di Siantar Munculkan Pro Kontra

SIANTAR, bumantaranews.com – Ditutupnya akses masuk ke inti Kota Pematangsiantar, khususnya Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka tentunya menimbulkan pro dan kontra di kalangan warga.

Tuti (25) warga Jalan Sipirok Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Barat, Minggu (15/8) di kawasan Lapangan H Adam Malik menyebut langkah yang diambil pemerintah berupa larangan masuk ke inti kota merupakan salah satu upaya yang sangat tepat dalam mencegah semakin menyebarnya Covid-109.

Menurut Tuti, kawasan inti kota merupakan pusat keramaian masyarakat setiap harinya. “Kan sekarang Siantar sudah PPKM Level 4. Cocoklah dilakukan penyekatan, biar Corona cepat usai,” terangnya.

Terpisah, Jefri (35) salah seorang pedagang di kawasan Jalan Sutomo mengaku akibat warga dilarang masuk ke Jalan Sutomo, toko miliknya sangat sepi.
Padahal, katanya, ia memiliki tiga karyawan yang gaji per bulannya masing-masing Rp1 juta lebih. Namun karena sepinya pembeli, dirinya mengaku tidak mampu membayar gaji karyawan.

“Aduh, sepi kali. Belum lagi beberapa hari ke depan karyawan akan gajian. Bagaimana mau gajian kalau seperti ini? Kalau mereka itu saya rumahkan, mereka juga makan apa?” keluh Jefri.

Ia menyarankan agar akses masuk ke inti kota tidak ditutup, namun penerapan protokol kesehatan yang lebih diperketat. (mat)