PPKM Level 4 Siantar, Pedagang: Tolong, Jangan Diperpanjang!

SIANTAR, bumantaranews.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Pematangsiantar yang berimbas pada penyekatan dan larangan masuk ke inti kota (Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka) membuat berbagai pihak menjerit, termasuk para pedagang. Mereka berharap PPKM Level 4 serta penyekatan jalan yang berakhir Senin (23/8) tidak diperpanjang lagi.

Seperti dikeluhkan Kepala Outlet Toko Amanda Brownies yang terletak di Jalan Sutomo Kota Pematangsiantar, Abdi Perkasa, Kamis (19/8). Ia mengaku, tokonya tetap beroperasi karena yang berjualan makanan memang tetap diizinkan buka. Hanya saja, akibat adanya larangan masuk ke Jalan Sutomo, alhasil tokonya tidak ada pengunjung.

Ia pun sangat merasakan dampak PPKM Level 4. Ia pun berharap pemerintah dapat memberikan solusi tepat.

“Sebetulnya kita sangat mendukung kebijakan tersebut, namun saya mohon kepada pemerintah agar memberikan solusi yang tepat. Kalau bisa, tolong jangan diperpanjang masa PPKM Level 4 karena akan menambah permasalahan baru,” katanya.

Permasalahan baru itu, kata Abdi, bisa saja sewaktu-waktu ia terpaksa melakukan pengurangan karyawan. Diakui Abdi, selama penyekatan jalan, omzet tokonya turun drastis.

“Sebelum ada penyekatan jalan, sehari kami bisa menjual banyak brownies. Sekarang turun drastis karena nggak ada orang yang wara-wiri,” tukas Abdi.

Abdi memilih bertahan, tetap membuka took. Ia mencoba menawarkan penjualan menggunakan sistem online. Hal itu, sambung dia, sebagai upaya mendekatkan konsumen yang tidak bisa ke toko karena penyekatan.

“Alhamdulillah, dengan kondisi seperti sekarang ini, 5 karyawan masih kami pertahankan dan tak sampai dirumahkan karena mereka punya keluarga di rumah untuk dicukupi kebutuhannya. Kita berusaha pertahankan,” sebutnya.

Hal yang sama disampaikan pedagang ikan basah dan pedagang lainnya di Pasar Horas. Para pedagang mengaku sejak dilakukannya penyekatan jalan, pembeli sepi. “Sepi kali lah,” kata Rajagukguk kepada wartawan.

Keluhan juga disampaikan para juru parkir di kawasan Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka. Kata mereka, sangat minim pendapatan setelah PPKM Leve 4.

“Jangankan untuk setoran, untuk makan aja tidak cukup. Belum lagi untuk dibawa pulang ke rumah untuk makan anak dan istri,” ujar seorang juru parkir itu.

Ditambahkannya, imbas dari penyekatan jalan membuat dirinya dan juru parkir lainnya kehilangan pekerjaan. “Entahlah, sampai kapan begini. Kita juga butuh makan,” keluhnya. (mat)