Sibolga Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

SIBOLGA, bumantaranews.com – Pemerintah Kota Sibolga telah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. PTM untuk tingkat PAUD hingga SMP terhitung mulai hari Selasa tanggal 24 Agustus 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sibolga Masnot Hasibuan mengatakan, kebijakan ini didasari surat keputusan bersama (SKB) empat Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Selain itu, katanya, hal itu juga ditindaklanjuti dengan keluarnya Instruksi Gubernur Sumatera Utara dan Walikota Sibolga tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Untuk daerah level 3, 2, dan 1 (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) sudah diperbolehkan melaksanakan PTM. Jadi, bukan hanya Sibolga, daerah lain juga sudah ada yang mengizinkan PTM. Terlebih, Sibolga saat ini sudah semakin menurun angka kasus Covid nya,” ujar Masnot, Selasa (24/8).

Dia mengatakan, bagi satuan pendidikan yang melaksanakan PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecualin SDLB, MILB, SMPLB dan MALB maksimal 62 persen hingga 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

“Kemudian PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas,” jelasnya.

Menurutnya, PTM juga dibagi menjadi dua gelombang (shift), dan orangtua peserta didik berhak menentukan boleh atau tidaknya anak mengikuti PTM di sekolah.

“Walaupun sudah ada instruksi melaksanakan PTM di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan, tetapi tidak ada penekanan kepada seluruh siswa wajib mengikutinya. Pihak sekolah terlebihdahulu harus memfasilitasi orangtua siswa untuk membuat surat pernyataan setuju atau tidak anak mengikuti PTM. Orangtua boleh memilih untuk anak hanya belajar Daring,” katanya.

Untuk kesiapan pelaksanaan PTM, sambungnya, Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan Sibolga telah meninjau kelengkapan sarana dan prasarana guna penerapan protokol kesehatan di setiap satuan pendidikan. “Di antaranya kebersihan toilet, penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer, cairan disinfektan, dan ketersediaan alat pengukur suhu tubuh di sekolah. Bahkan Dinas Kesehatan juga menyarakan agar ada satu orang petugas pengawas protokol kesehatan di setiap sekolah,” tandasnya seraya mengingatkan orangtua siswa untuk tidak lupa memakaikan masker dan menyiapkan bekal makanan untuk anak berangkat ke sekolah. (rb)