Kasi Pembinaan SMK Cabdisdik Rantauprapat Pembicara di Webinar Literasi Digital Labusel

Webinar literasi digital di Labusel.

LABUSEL, bumantaranews.com– Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Rantauprapat, Aprianto SPd MM menjadi salah satu pembicara dalam webinar Literasi Digital Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Webinar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tersebut digelar Kamis (5/8) pukul 09.00 WIB.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital maka Kemkominfo selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital. Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Sumatera Utara  H Edy Rahmayadi. Dalam sambutannya Edy mengatakan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Joko Widodo  juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tiwi Dewanti K SPd (Ketua Program Studi Tata Boga SMK BPP Bandung), pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Aman saat Berbelanja Online”. Dalam pemaparannya, Tiwi menjabarkan analisis saat berbelanja online, meliputi asah kreativitas, lakukan kolaborasi, memanfaatkan setiap kesempatan, serta tidak pernah takut.

Tips aman bertransaksi online, antara lain pastikan platform atau e-commers terpercaya, pastikan ulasan foto, pastikan ulasan produk sesuai dengan harga, serta sesuaikan pembelajaan dengan kemampuan. Tips aman pembayaran online, meliputi lakukan dealing dengan toko atau e-commers, pastikan mendapat konfirmasi dari kontak yang tepat, serta jangan pernah memberikan PIN atau OTP pada orang lain.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital oleh Yassin Krinanegara (Digital Enthusiast dan Pendamping UMKM–Sertifikat BNSP). Yassin mengangkat tema “Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Ilegal”.

Yassin menjelaskan pinjaman online adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman atau lender dengan penerima pinjaman atau borrower dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik.

Fintech lending juga disebut sebagai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi (LPMUBTI). Alasan masyarakat menggunakan pinjol, antara lain proses yang mudah, dana cair cepat, syarat lebih mudah dibandingkan dengan pinjaman lain, serta keperluan pinjaman tidak dibatasi. Resiko meminjam melalui pinjaman online, antara lain bunga yang tinggi, tidak sesuai kebutuhan, resiko data pribadi bocor, serta penagihan bila tidak membayar.

Memilih pinjaman online legal, dengan cara memperhatikan pemilikan izin dan diawasi oleh OJK, memiliki pengurusan dan alamat kantor yang jelas, melakukan seleksi saat memberikan pinjaman, informasi biaya pinjaman dan denda transparan, serta akses aplikasi yang relevan.

Sesi Budaya Digital oleh Aprianto SPd MM (Kepala Seksi Pembinaan SMK Cabang Dinas Pendidikan Rantauprapat). Aprianto memberikan materi dengan tema “Pilih Mana: Nabung atau Belanja Online?”

Aprianto menjabarkan alasan menabung antara lain, masa depan tidak pasti, mandiri secara finansial, persiapan hari tua, dan investasi. Alasan seseorang susah untuk menabung ialah gaya hidup konsumtif dan kurangnya literasi finansial.

Manfaat menabung antara lain, terampil mengelola uang, menjadi pribadi yang disiplin, tidak punya hutang, mempunyai dana cadangan, serta menjaga aset. Menabung dapat dilakukan di bank, pegadaian, dan sikuritas. Tips agar bisa menabung dan menghindari belanja online diantaranya, pahami konsep wealth management yang mencakup kebutuhan, keinginan, tabungan, dan investasi serta, merubah pola pikir dari kemanan keuangan menjadi kebebasan finansial.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital oleh Joko Gunawan (Jurnalis Gatra Media Group dan Penerima Sertifikat Kompetensi UKW Muda). Joko mengangkat tema “Tips Mengenali Berita Palsu dan Verifikasi”.

Joko menjelaskan hoax, merupakan berita palsu atau bohong atau informasi yang tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar. Beberapa faktor penyebab hoax di antaranya, bentuk partisipasi, pengakuan atau eksistensi, provit, provokasi, dan propaganda. Dampak negatif dari hoax ialah dapat memicu perpecahan, baik antar individu maupun kelompok serta dapat menurunkan reputasi korban dan menguntungkan pihak tertentu.

Dunia internet sangat pesat perkembangannya, sehingga menyebabkan bisnis media online bertumbuh cepat. Kondisi ini memungkinkan menimbulkan masalah, di antaranya minimnya kualitas dan kredibilitas informasi yang sampai ke masyarakat.

Peran jurnalis menangkis hoax ialah untuk memastikan informasi itu benar, diperlukan landasan moral dan etika. Maka, guna menghasilkan berita baik dan benar, jurnalis wajib menaati kode etik jurnalistik serta memahami Undang-Undang Pers.

Webinar diakhiri oleh Sevira Elda  (Konten Kreator dan Influencer dengan Followers (12 Ribu). Sevira menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa tips aman pembayaran online, meliputi lakukan dealing dengan toko atau e-commers, pastikan mendapat konfirmasi dari kontak yang tepat, serta jangan pernah memberikan PIN atau OTP pada orang lain. Memilih pinjaman online legal, dengan cara memperhatikan pemilikan izin dan diawasi oleh OJK, memiliki pengurusan dan alamat kantor yang jelas, melakukan seleksi saat memberikan pinjaman, informasi biaya pinjaman dan denda transparan, serta akses aplikasi yang relevan.

Tips agar bisa menabung dan menghindari belanja online di antaranya, pahami konsep wealth management yang mencakup kebutuhan, keinginan, tabungan, dan investasi serta, merubah pola pikir dari keamanan keuangan menjadi kebebasan finansial. Dunia internet sangat pesat perkembangannya, sehingga menyebabkan bisnis media online bertumbuh cepat.

Kondisi ini memungkinkan menimbulkan masalah, diantaranya minimnya kualitas dan kredibilitas informasi yang sampai ke masyarakat. (rel/md)