Curi Listrik Bersama Kontraktor, Pengurus Rusunawa Tanjungbalai Dapat SP

TANJUNGBALAI, bumantaranews.com – Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tanjungbalai Edi Surya mengaku sudah memanggil tiga oknum pengurus Rusunawa Tanjungbalai yakni Andi Wahyudi, Erik, dan Sihol. Dua di antaranya yakni Andi dan Erik sudah diberikan surat peringatan.

Sementara Sihol sudah tidak bertugas lagi di Rusunawa tersebut.

Oknum yang bertugas di Rusunawa diberikan surat peringatan terkait dugaan menyalahi peraturan yang sengaja memberikan ijin pengambilan aliran listrik dari rrafo milik Pemko Tanjungbalai, untuk pengerjaan proyek pembuatan Rusunawa VI di Jalan Sei Agul, Lingkungan IV, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso.

Pencurian listrik di proyek yang dikerjakan oleh PT Bintang Milenium Perkasa dengan KSO PT Martua Jaya Megah itu tanpa sepengetahuan dari pihak Perkim pada Rabu (25/8) sekitar pukul 15.00 Wib.

Ketika awak media mencoba mempertanyakan tentang berapa kira-kira kerugian yang dialami pihak Perkim, Edi mengaku belum bisa memberikan rinciannya.
“Karena tidak semua harus saya yang urus. Kalau masalah itu, coba tanyakan sama Plt UPT yang bertugas di rusunawa tersebut kepada Fadly Riza,” katanya, sembari mengatakan mereka harus mengganti kerugian atas dugaan penyimpangan tersebut.

Informasi dugaan pencurian diketahui ketika saat petugas supervisor transaksi energi UPT PLN Tanjungbalai Daniel yang didampingi stafnya Bona Simbolon yang turun langsung ke lokasi proyek Rusun VI, Kamis (5/8) sore sekitar pukul 15,20 Wib.

Plt Perkim kota Tanjungbalai di kantor Wali Kota Tanjungbalai.

Petugas Tim P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) UP3 Rantau Prapat langsung melakukan pemeriksaan meteran yang digunakan untuk pembangunan Rusunawa tersebut dan memastikan tidak ada pencurian arus listrik melalui jaringan PLN.

Hal ini di sampaikan Daniel kepada beberapa awak media yang ada di lokasi, konsumen masih menggunakan arus sesuai prosedur. Dengan artian pihak PLN tidak dirugikan.

“Kami atas nama PLN tidak akan pernah mengambil tindakan berupa pemutusan jaringan listrik dan jika pihak pengelola mengambil arus listrik melalui meteran milik Pemkot Tanjungbalai, itu bukan wewenang dari bagian kami. Itu bagian dari tupoksi Perkim,” kata Daniel dan diiyakan Bona Simbolon.

Masih di lokasi proyek, salah seorang petugas di Rusunawa Syafar saat dimintai keterangan mengatakan, pihaknya tidak akan berani melakukan penyambungan arus listrik melalui meteran Pemkot Tanjungbalai tanpa memberitahukan ke UPT. Ia bersedia membeberkan semua persoalan yang terjadi dalam tahap pengerjaan Rusunawa VI ini mulai dari awal.

“Asal saja bisa duduk bersama dengan Sihol mantan UPT Rusunawa, Erik (pegawai Dinas Perkim) dan Andi Wahyudi selaku kordinator Rusunawa dan kalau tidak bisa didudukkan bersama, saya tidak mau buka suara,” kata Syafar.

Terpisah, Plt UPT Rusunawa Fadly Riza ketika ditemui diruangannya di Jalan Gaharu, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, terkait permasalahan pemakaian arus listrik oleh pihak PT Bintang Milenium Perkasa mengaku tidak mengetahui.

“Sampai saat ini, jangankan ada laporan atau berkoordinasi dari pihak kontraktor kepada kami. Wajah Ricardo Siahaan, selaku yang menurut informasi pengurus proyek itu saja tidak kami kenal. Masalah ini nanti saya sampaikan sama pimpinan saya Pak Kadis,” pungkasnya. (vino)