Bupati Berang, Ibu Mertua Ditulis Meninggal

Kesalahan Input Data Covid-19 di Madina

MADINA, bumantaranews.com – Bupati Mandailing Natal (Madina) Sukhairi Nasution mengaku kesal dan berang dengan kesalahan input data Covid-19 yang dilakukan bagian pendataan.

Akibat kesalahan tersebut, Madina ditetapkan masuk kategori level 4. Bahkan yang lebih membuat orang nomor satu Madina itu kesal, karena ibu mertuanya juga disebut meninggal dunia. “Ibu mertua saya juga dibuat berstatus meninggal dunia, inikan human eror, gak betul lagi,” ujarnya ketika ditemui wartawan.

Bupati pun menegaskan, sudah melakukan koordinasi kepada Gubernur maupun Wakil Gubernur. “Sebagai ketua Satgas Covid-19, saya akan bertanggung jawab, akan tetapi saya berharap kepada Kapolres untuk melakukan penyelidikan terkait kesalahan data tersebut,” sebutnya.

Bupati Madina terlihat geram atas kesalahan input data dengan tegas mengatakan akan menindak siapa saja yang sengaja ataupun tidak sengaja membuat kesalahan data Covid-19 itu.

“Saya tidak peduli, baik itu Kadis, Kabid ataupun Kasi, harus bisa membuat klarifikasi dan menerangkan human eror ini. Kemudian kita sudah juga membentuk tim 7 untuk investigasi kesalahan data ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina, Syarifuddin mengatakan, Kemenkes mempunyai aplikasi data Covid-19, dan yang dipercaya mengoperasikan itu adalah Kabid di Dinkes dan cuma dia yang bisa akses ke aplikasi tersebut. “Memang ini ada kesalahan data yang input,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, antara Kabid dan Kasi di Dinas Kesehatan Madina tidak akur, dan keduanya sempat bantah-bantahan terkait data Covid-19. “Kabid dan Kasi di Dinkes Madina memang tidak akur,” terangnya.

Lanjutnya, data yang jadi permasalahan adalah data yang meninggal dimana disebutkan ada 93 orang dilaporkan meninggal akibat Covid-19. “Mungkin ini kesalahan datanya, dan data yang kita lihat saat ini ada 93 orang yang meninggal,” katanya.

Dari data Covid-19 di Madina yang dikutip dari corona.madina.go.id per 6 September 2021, grafik menunjukkan konfirmasi kumulatif positif 540 orang. Sembuh 482. Wafat 43. Konfirmasi positif aktif 15 orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, perpanjangan PPKM level 2-4 dimulai Selasa (7/9) lalu. Tercatat, ada 34 kabupaten/kota yang masih menerapkan PPKM level 4, 311 kabupaten/kota PPKM level 3 dan sebanyak 160 kabupaten/kota menerapkan PPKM level 2.

Perpanjangan PPKM level 2-4 ini diatur dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 39, 40 dan 41 tahun 2021. Terlampir juga daftar kabupaten/kota di tiap Inmendagri tersebut yang menerapkan PPKM level 2-4.

“Situasi perkembangan COVID-19 di Jawa Bali terus mengalami perbaikan yang cukup berarti. Hal ini ditandai dengan semakin sedikitnya kota/kabupaten berada di level 4,” kata Menko Marves Luhut B Pandjaitan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/9).

Berikut ini daftar lengkap daerah terapkan PPKM level 2, 3 dan 4 di Provinsi Sumatera Utara yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber:

PPKM Level 4: Kota Medan, Kota Sibolga, Mandailing Natal.

PPKM level 3: Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kota Binjai, Kota Pematangsiantar, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Labuhanbaut Utara, Kabupaten Langkat, Kabupaten Nias, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Samosir, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Toba Samosir;

PPKM Level 2: Kabupaten Humbang Hasundutan, Kota Gunungsitoli, Kota Padangsidimpuan, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Tapanuli Utara. (snc/int)