Mahasiswi USU Tewas Terseret Sungai Cembur-cembur

HUMBAHAS, bumantaranews.com – Rahun Siringo-ringo warga Dusun Sosor Natam, Desa Pusuk I, Kecamatan Parlilitan, Humbang Hasundutan (Humbahas) tewas terseret arus sungai Cembur-cembur, Minggu (12/9). Diberitakan sebelumnya dia mahasiswi UNIMED, namun ternyata dia adalah mahasiswi USU jurusan Fisika.

Menurut Kepala Desa Pusuk I Juni Mahulae, Rahun Siringiringo adalah warganya yang kuliah di USU Jurusan Fisika. Dia adalah satu dari empat orang penerima bantuan beasiswa dari dana desa yang berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri., dari Desa Pusuk I tahun 2020.

Dia juga mengakui bahwa terkait pemberitaan usia dan kampus korban adalah kesalahan infirmasi dari dia. “Iya benar, ada kesalahan informasi usia dan kampus korban. Kita luruskan bahwa korban berusia 21 tahun dan kuliah di USU jurusan Fisika,” tegasnya.

Sebelumnya, Rahun Siringoringo tewas terseret arus sungai Cembur-cembur, Minggu (12/9). Wanita berusia 21 tahun tersebut tewas terseret arus sungai yang tiba-tiba meluap saat berusaha menyeberang usai berwisata menikmati pemandangan air terjun sungai Cembur-cembur di Desa Pusuk II Simaninggir.

Kapolsek Parlilitan, AKP Jamaluddin Lumban Gaol mengatakan,sebelum kejadian, korban (Rahun, red)  bersama lima orang temannya pergi berwisata menikmati pemandangan air terjun Cembur-cembur. Setiba di lokasi air terjun, mereka berfoto ria sambil menikmati pemandangan alam di sekitar air terjun Cembur-cembur.

Sekira pukul 16.00 Wib tiba-tiba air sungai meluap dengan arus yang deras. “Melihat air sungai meluap kemudian korban beserta kelima temannya langsung kembali menuju pulang. Dalam perjalanan pulang, mereka harus menyebrangi sungai tersebut.
Satu teman korban, yakni Jeni Nainggolan berhasil menyebrangi sementara dua temannya, yaitu Herna Siringo-ringo dan Lastarida Sianturi tidak sempat menyeberang,” ujar Jamaluddin.

Kemudian korban bersama dua temannya, yakni Ruhut Siringoringo dan Suandi Mahulae mencoba menyeberang namun gagal. Mereka jatuh terbawa arus sungai yang deras. Korban sempat tersangkut di pohon bambu yang tumbang sebelum hanyut. Ruhut dan Suandi berhasil menyelamatkan diri kembali ketepi dan bergabung kembali dengan teman mereka yang tidak sempat menyebrang sungai itu.

Keempat teman korban yang berhasil menyelamatkan diri kemudian menunggu di tepi sungai. Sementara Jenni yang berhasil menyeberang kembali ke kampung dan memberitahukan situasi tadi kepada warga setempat.

Aparat Polsek Parlilitan bersama masyarakat kemudian bergerak menuju TKP untuk memberikan pertolongan kepada keempat teman korban serta mencari keberadaan Rahun yang hanyut terseret arus sungai. Namun Rahun tidak ditemukan.

Korban berhasil ditemukan keesokan harinya dengan kondisi tidak bernyawa setelah pencarian dilanjutkan oleh masyarakat bersama personel Polsek Parlilitan, TNI dan Basarnas BPBD Humbahas. “Pada hari Senin tanggal (13/9) sekira pukul 10.00 Wib personil Polsek Parlilitan bersama TNI Koramil 11/Parlilitan, Basarnas BPBD Humbahas, Kepala Desa dan masyarakat kembali mencari korban, dan menemukan Rahun Siringoringo meninggal dunia di Sungai Cembur-cembur,” terang Jamaluddin. (sht)