Perkara Lahan PLTA Batangtoru Masuk Tahap Sidang Lapangan

TAPSEL, bumantaranews.com – Perkara sengketa lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, dilanjutkan dengan sidang tempat atau sidang lapangan.

Pada sidang ke-27, perkara perdata No Register 39/PDT.G/2020/PN.PSP, dipimpin Ketua Majelis Hakim Lucas Sahabat Duha SH MH bersama Hasnul Tambunan SH MH dan Ashari SH sebagai anggota Majelis Hakim dan Heri Chandra sebagai Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Kamis (23/9), menjadi sidang terakhir dalam tahap pembuktian dengan mengajukan saksi.

“Hari ini Ini terakhir dan tidak ada lagi menghadirkan saksi oleh para pihak dan selanjutnya sidang akan beragendakan peninjauan lokasi atau sidang lapangan, ” sebut Ketua Majelis sebelum mengetok palu sidang.

Usai persidangan, Kuasa Hukum tergugat Rinaldy mengatakan, sidang hari ini, para pihak sudah menyatakan cukup untuk melakukan atau menghadirkan bukti-bukti atau menghadirkan saksi. Artinya, Majelis Hakim telah menutup proses untuk acara pembuktian.

“Untuk selanjutnya Majelis Hakim akan melakukan sidang setempat atau sidang lapangan yang akan diagendakan pada tanggal 1 Oktober 2021 mendatang, yang sebelumnya juga para pihak baik tergugat maupun penggugat berkoordinasi ke pihak kepaniteraan PN Padangsidimpuan, untuk membicarakan langkah tekhnis sidang lapangan dan agendanya sudah selesai pembahasan untuk persiapan pemeriksaan tempat, ” terangnya.

Ditambahkan, dalam proses sidang lapangan nantinya, seyogianya ada administrasi yang harus dilengkapi oleh para pihak. Dimana, dari pihak tergugat sendiri, tetap mengikuti aturan yang ada.

“Bila kita dari pihak tergugat ada dibebankan untuk melengkapi administrasi, kita siap untuk memberikannya dan jika tidak pun tidak masalah. Pada prinsipnya, bagi kami dari pihak tergugat, bagaimana proses yang sudah berjalan selama ini, mudah-mudahan ke depannya tetap berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan,” ungkapnya.

Dikatakan, terhadap para saksi tergugat, yang selama ini telah memberikan keterangan di depan persidangan, bahwa semua dalil-dalil dalam jawab-menjawab selama proses persidangan telah terpenuhi.

“Oleh katena itu, kami berkeyakinan bahwa yang pada intinya di sini, para penggugatlah yang sebenarnya harus membuktikan dalil-dalil gugatannya, ” tegasnya.

Amatan wartawan, sidang ke-27 atau terakhir, untuk tahap pembuktian dengan pengajuan saksi, pada sengketa lahan pembangunan objek vital nasional itu, berjalan aman dan tertib serta menerapkan protokol kesehatan. (ran)