Sibolga Masuk Level 2 PPKM, Warga Diimbau Tetap Taat Prokes

SIBOLGA, bumantaranews.com – Kota Sibolga saat ini masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Hal ini sesuai dengan Instruksi mendagri (Inmendagri) Nomor 44 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, dimana Kota Sibolga saat ini berhasil turun ke level 2 dari sebelumnya PPKM level 4.

“Alhamdulillah, saat ini Kota Sibolga telah turun level menjadi level 2. Kita menyambutnya dengan gembira, silahkan masyarakat beraktivitas sesuai dengan ketentuan Inmendagri. Namun jangan mengabaikan prokes, tetap melaksanakan prokes,” kata Walikota Sibolga H Jamaluddin Pohan didampingi Sekda M Yusuf Batubara dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Masnot saat konferensi pers di Kantor Walikota Sibolga, Rabu (22/9) kemarin.

Menurut Jamal, masyarakat Kota Sibolga yang diwajibkan akan divaksin ditargetkan sebesar 70 persen dari keseluruhan jumlah penduduk atau kurang lebih sebesar 69 ribu orang.

“Dan, yang sangat penting sekali, agar masyarakat Kota Sibolga yang wajib vaksin di atas umur 12 tahun bersama-sama untuk segera divaksin supaya herd immunity dapat tercapai sehingga dapat mengawali aktivitas new normal,” tegasnya seraya meminta warga Kota Sibolga bila tidak ada keperluan penting agar tidak berkerumun atau berkumpul dan tetap di rumah.

Jamal juga menyampaikan, telah mengeluarkan Surat Edaran terkait tata cara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas menindaklanjuti Inmendgri Nomor 44 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. “Saat ini 95 persen tenaga pendidik di Kota Sibolga telah divaksin. Sedangkan tenaga kesehatan sudah mulai melaksanakan vaksin tahap ketiga,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Masnot Hasibuan, mengatakan untuk pembelajaran tatap muka di hari pertama semua berjalan dengan baik sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. “Sesuai dengan SKB, yang boleh masuk itu sebesar 50 persen dari jumlah siswa per-rombel untuk tingkat SMP, SD. Untuk tingkat TK, PAUD, lebih kurang 30 persen anak TK, PAUD yang boleh masuk. Untuk tingkat SMP diharuskan yang sudah vaksin,” jelasnya. (rb)