Banjir Meluap Dini Hari, Anak-anak Menjerit Ketakutan, Petugas Tak Siaga

RANTAU, bumantaranews.com – Hujan deras kembali melanda Kabupaten Labuhanbatu, akibatnya sejumlah titik rawan banjir di Bumi Ika Bina Enpabolo itu tergenang air.

Bukan lagi hal yang baru dikala hujan deras, warga harus berjibaku dengan air, dan itu rutin dirasakan mereka setiap kali musim penghujan datang.

Belum ada program strategis dari Pemkab untuk mengantisipasi bencana alam rutin ini, hanya saja yang terlihat, segerombolan pejabat datangi sejumlah warga dan berbagi bekal makanan.

“Ini yang kami rasakan setiap kali musim penghujan datang, rumah kami digenangi air,” kata seorang warga Titi Rambe, Sek Matio, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (27/9).

Terlebih lagi, kekhawatiran warga disaat banjir datang di pagi buta, dimana para petugas Kebencanaan dari Pemkab Labuhanbatu tidak ada di tempat.

Warga bingung dikala anak mereka menjerit ketakutan dan disaat air tak lagi dapat dilewati untuk mengevakuasi diri ketempat yang lebih aman.

“Seperti tadi pagi. Air datang berkisar pukul 01.00 WIB dini hari. Tidak ada petugas, anak saya nangis ketakutan dan saya hanya bisa pasrah,” ucap warga.

Beruntung, warga setempat saling peduli. Mereka bersama bejibaku untuk saling tolong-menolong sampai situasi kondusif.

Setelah matahari terbit dan air mulai dapat dikendalikan, datang segerombolan pejabat ke lokasi banjir. Mereka hadir membawa janji dan beberapa bungkus nasi.

“Saya gak hadir di lokasi acara, karena saya lagi sibuk bersihkan rumah. Di situ ada beberapa pejabat hadir membawa nasi bungkus untuk korban banjir dan info yang saya dapat mereka juga berjanji untuk mengatasi ini,” cetus warga.

Warga setempat berharap ucapan para petinggi daerah ini benar-benar direalisasikan, sehingga kekhawatiran warga terhadap bahaya banjir tidak berlanjut sampai ke anak dan cucu.

“Yang kita butuhkan adalah program strategis dengan kajian-kajian yang rasional dan tepat untuk mengatasi banjir. Kita gak mau bencana ini terus diwariskan ke anak cucu kita,” tandas warga. (zas)