Resepsi Diizinkan di Siantar, Tidak Boleh Ada Hidangan Makanan

SIANTAR, bumantaranews.com – Kota Pematangsiantar berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Di PPKM Level 3 ini, pelaksanaan resepsi pernikahan dan hajatan sudah diizinkan. Hanya saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya, tidak boleh ada hidangan makanan di lokasi acara.

Hal tersebut sesuai Instruksi Walikota Pematangsiantar No 7 Tahun 2021 tanggal 21 September 2021. Disebutkan, kegiatan resepsi pernikahan di wilayah Kota Pematangsiantar sudah mulai diperbolehkan dengan beberapa persyaratan.

Untuk kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan sejenisnya dapat digelar dengan maksimal 50 persen dari kapasitas atau maksimal 50 orang dengan izin dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.
Selanjutnya, tidak ada hidangan makanan dan semuanya dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk acara dukacita, dapat dilakukan dengan protokol kesehatan. Sedangkan ketentuan yang perlu diperhatikan antara lain, wajib mendapatkan persetujuan tertulis dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar, memastikan pengunjung atau tamu undangan dalam kondisi sehat (suhu badan normal, tidak batuk/flu).

Mengenakan masker dan dapat ditambah faceshield dan sarung tangan, mencuci tangan menggunakan sabun (hand sanitizer) secara rutin, tidak berkerumun, dan menerapkan penjagaan jarak (physical distancing).

Jenazah disemayamkan di rumah duka paling lama 2×24 jam, dan pelaksanaan acara adat dipersingkat, paling lama selesai pukul 15.00 WIB.

Bagi jenazah kasus Covid-19 suspect atau probable terkonfirmasi positif, pemakaman mempedomani ketentuan pemulasaraan jenazah Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan dilarang menutup prasarana umum seperti jalan raya dan trotoar, dan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dari kapasitas tempat yang tersedia.

Bagi pelanggar aturan tersebut dapat dilakukan penghentian/pembubaran kegiatan dan/atau sanksi hukum yang berlaku bila pelaksanaan tidak memenuhi ketentuan yang diwajibkan.

Sementara itu, untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan pendidikan dapat dilakukan secara terbatas dengan kapasitas 50 persen.

Toba Izinkan Pesta Adat

Senada Meski Pemkab Toba memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro, Bupati Toba dalam surat edarannya telah mengizinkan pelaksanaan sejumlah kegiatan masyarakat. Di antaranya acara adat, pesta dan kegiatan masyarakat lainnya.

“Benar, sejumlah kegiatan masyarakat sudah diperbolehkan, namun disesuaikan dengan aturan penerapan pada setiap jenis kegiatan yang mengacu pada penerapan protokol kesehatan guna kewaspadaan potensi penyebaran korona. Ketentuannya, acara dihadiri maksimal 25 persen dari kapasitas lokasi atau tempat duduk dan diwajibkan melaksanakan prokes secara ketat,” kat Jubir Satgas COVID-19 Toba, Lalo Hartono Simanjuntak, Sabtu (25/9/2021).

Untuk kegiatan kerohanian masyarakat, diizinkan sebanyak 50 Persen dari kapasitas ruangan atau tempat.

Sementara kegiatan lain yakni, restoran, pasar, tempat wisata dan olahraga disesuaikan pelaksanaannya sesuai pembatasan yang tertuang dalam surat edaran tersebut.

“Seluruh pelaksanaan kegiatan masyarakat, akan mendapat pengawasan melalui kordinasi dari petugas Satgas Desa, Kelurahan hingga Satgas Kabupaten, “sebut Kadis Kominfo Toba ini. (mat/mea)