Semua Aparatur Pemkab Tapsel Wajib Anti Korupsi

TAPSEL, bumantaranews.com – Pemerintahan daerah harus dijalankan dengan integritas anti korupsi dan anti perbuatan amoral, sehingga suasana kerja dan kebatinan dalam bekerja bermotivasi ibadah, hati yang lempang , jauh dari prasangka buruk dan permasalahan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Selatan Rasyid Assaf Dongoran MSI, Rabu (29/9).

Ia mengatakan, dirinya mendengar desas-desus atau isu bahwa ada praktik atau perbuatan negatif di kalangan penyelenggara negara, khususnya aparatur pemerintah dari tingkat kabupaten sampai desa di lingkup Kabupaten Tapanuli Selatan.

Beberapa di antaranya, seperti desas desus praktik perselingkuhan dan indikasi praktik korupsi. “Beberapa bulan terakhir saya menandatangani berita acara hasil pemeriksaan seputar keuangan pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan. Kemudian saya juga mendengar desas-desus ada perselingkuhan di antara ASN. Bahkan ada surat tembusan maupun pesan whatapss kepada saya tentang perselingkuhan ini dan itu,” katanya.

“Persoalan korupsi dan perselingkuhan, lanjut dia, umumnya memang sulit dicari alat dan barang buktinya, kecuali tertangkap basah ataupun tertangkap tangan,” katanya.

Ia meminta agar seluruh aparatur penyelenggara negara, khususnya aparatur pemerintahan daerah dari tingkat kabupaten sampai desa untuk bertobat dan meninggalkan praktik korupsi dan praktik amoral.

Mari bangun Tapanuli Selatan dengan hati yang lurus dan bekerja untuk Ibadah, sesuatu tupoksi yang mengikuti undang-undang, peraturan serta etika moral. Harus diingat bahwa jabatan hanya sementara dan akhirat adalah kekal selamanya.

“Saya selalu berkenan menerima pengaduan berbentuk tertulis dari masyarakat. Jika ada dugaaan terkait adanya indikasi korupsi dana APBD kabupaten dan indikasi perbuatan melanggar hukum lainnya, kami siap menerima pengaduannya,” katanya.

“Mari Kita berdoa agar kemajuan Tapanuli Selatan lebih baik lagi di masa depan. Menjadikan kita semangat bekerja dan semangat beribadah sesuai dengan ajaran dan kepercayaan masing-masing,” tambahnya. (ant)