Di Tiba, Tinggal Balige Belum Gelar PTM Terbatas

Masih Banyak Orang Tidak Bermasker

TOBA, bumantaranews.com – Di saat Kabupaten Toba, Sumatera Utara, sudah menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas, Balige menjadi satu-satunya kecamatan yang belum menggelar PTM. PTM terbatas dimulai sejak 21 September lalu. Awalnya, hanya tiga belas kecamatan yang sekolah-sekolahnya menggelar PTM terbatas. Namun kini sudah mencapai lima belas kecamatan.

“Sebelumnya, SD (yang menerapkan PTM terbatas) ada sebanyak 170 dan SMP sebanyak 36. Sekarang sudah bertambah, SD sebanyak 194 dan SMP sebanyak 43,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu, akhir pekan lalu.

Menurutnya, PTM terbatas belum diterapkan di Balige karena kasus Covid-19 di kecamatan itu masih tinggi. Pelaksanaan PTM di Kecamatan Balige menurut dia akan mulai dilaksanakan, jika penyebaran pandemi Covid-19 di kecamatan tersebut di bawah angka lima kasus. “Sekarang masih di atas angka lima. Bahkan masih sampai di angka belasan kasus. Jadi kita tunggu sampai di bawah angka lima, baru kita gelar PTM,” sebutnya.

Hutajulu menjelaskan, Taman Kanak-kanak (TK) belum diizinkan selenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Toba yang dimulai sejak kemarin, Selasa (21/9/2021). “Untuk TK, belum. Kita lihat dulu, kita membudayakan dulu memakai masker dan menjaga jarak,” jelasnya.

Masih Banyak Warga Tak Bermasker

Sementara itu, Satuan gugus tugas (Satgas) pencegahan COVID-19 di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara, bersama petugas Operasi Yustisi protokol kesehatan (prokes) Kepolisian Sektor Balige, Polres Toba terus melaksanakan upaya penegakan prokes secara intens. Satgas masih menemukan warga yang melintas di jalan tidak memakai masker.

“Giat pengawasan tetap kami lakukan secara intens dan persuasif bersama petugas gabungan lainnya TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, pada hari pekan onan maupun pada hari-hari biasa seperti sekarang ini,” ujar Kanit Binmas Polsek Balige Iptu. Marlen Sitanggang di jalan sekitar Bundaran kota Balige, Toba, Senin (4/10/2021).

Menurut Marlen Sitanggang, pihaknya semenjak pagi, masih ada menemukan beberapa warga yang tidak bermasker.

“Ada warga yang kami cegat akibat tidak memakai masker.Kepada mereka, kita berikan edukasi secara persuasif, agar kedepannya mereka membiasakan memakai masker jika keluar rumah,” sebutnya berharap.
Memakai masker saat keluar rumah, merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

“Oleh karenanya, mari tetap disiplin memakainya. Kita harus bersama-sama mewujudkan Toba menjadi zona hijau,” kata petugas lainnya melalui pengeras suara.

Joni, salah seorang warga pelintas yang dicegat petugas karena tidak memakai masker. “Benar, saya buru-buru keluar rumah hingga lupa memakai masker,”ujar Joni beralasan. (mct)