WTP Kado Manis Jelang 20 Tahun Pemkot Psp

SIDIMPUAN, bumantaranews.com – Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan kado termanis Pemkot Padangsidimpuan disaat memasuki usia ke 20 tahun pada 17 Oktober 2021 mendatang.

Tidak geran menjelang usia ke 20 tahun kado Opini WTP pertama kalinya diberikan BPK kepada Pemko Padangsidimpuan dan itu menandakan bahwa tata kelola keuangan pemerintah kota ini semakin membaik setelah dipimpin Wali Kota Irsan Efendi Nasution dan Wakil Wali Kota Arwin Siregar.

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution menjelaskan, Senin (4/10) bahwa capaian atas tata kelola keuangan pemerintah di tahun anggaran 2020 ini wajar untuk disyukuri. Karena terjadi peningkatan dari tahun 2019, dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi WTP.

“Pemerintah harus berupaya dan berikhtiar keras agar tata kelola pemerintahan dan tata kelola keuangan semakin baik lagi. Sehingga untuk LHP atas LKPD 2021 nanti akan tetap mendapat opini WTP, dan di tahun 2021 ini diusia 20 tahun Pemkot Padangsidimpuan kita berhasil mendapatkan kado termanis yaitu WTP dari BPK RI.

“Tepat pada bulan Mei 2021 kemarin, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara memberikan Opini WTP untuk Kota Padangsidimpuan dan ini merupakan kado manis kepada seluruh stakeholder dan masyarakat menjelang 17 Oktober 2021 puncak lahirnya Kota Padangsidimpuan 20 tahun silam.

Ketua DPC PPP Kota Padangsidimpuan Hasanuddin Sipahutar menyampaikan bahwa hal ini bisa di apresiasi dengan positif artinya dimasa kepemimpinan kepala daerah sebelumnya WTP tersebut belum bisa diraih, dan alhamdulillah dimasa kepemimpinan Irsan Efendi Nasution dengan Arwin Siregar berhasil mencapai Opini WTP, mengapa hal ini tidak dapat kita syukuri sebagai prestasi pemerintah daerah, ucapnya.

Lanjut Hasan, opini WTP ini adalah tujuan untuk peningkatan pelayanan keuangan di Pemkot Padangsidimpuan, dan ini merupakan apresiasi, ucapnya.

“Selamat kepada Pemkot Padangsidimpuan jelang usia ke 20, opini WTP merupakan kado manis buat kepala daerah,” kata Hasan.

Jadikan motivasi ke depan untuk perbaikan tata kelola pertanggungjawaban. Jalin komunikasi dan interaksi yang baik dengan BPK sehingga opini WTP tersebut dapat dipertahankan. (ant)