Hefriansyah: Jangan Berandai-andai, Nanti Sakit Jiwa

Hadiri Rapat Paripurna Bahas Pengusulan Pemberhentian Wali Kota 

SIANTAR, bumantaranews.com – Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor, mengaku santai dengan digelarnya rapat paripurna DPRD membahas pengusulan pemberhentian dirinya dan Togar Sitorus sebagai wakil walikota. Bagi Hefriansyah, yang dilakukan DPRD sudah sesuai dengan konstitusi. Sehingga tidak perlu dipermasalahkan.

Hanya saja, ia meminta berbagai pihak tidak perlu berandai-andai dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Aku orangnya realistis. Kita hidup jangan berandai-andai. Sakit jiwa nanti. Makanya, aku orangnya tidak mau menghindar dari segala sesuatu. Kita diundang oleh DPRD, hadir. Itu konstitusi. Kalau aku tidak hadir, itu melanggar konstitusi,” terang Hefriansyah kepada wartawan, usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Pematangsiantar, Selasa (5/10).

“Ini kan namanya salah satu konstitusi juga. Bahwa DPRD punya kapasitas untuk mengajukan masa jabatan walikota yang akan berakhir. Kan masa jabatan 2017-2022 ini sesuai mekanisme, jadi tidak ada masalah lah,” tukasnya.

Ketika ditanya ketersediaannya diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir 22 Februari 2022, Hefriansyah tak memberi jawaban terperinci.
Ia mengaku hanya taat terhadap konstitusi yang berlaku.
Smentara Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga mengatakan, usai rapat pihaknya akan meneruskan hasil rapat ke Gubernur Sumatera Utara.

“Nanti hasilnya akan kita ajukan ke Gubernur Sumatera Utara,” kata Timbul.

Ditanya apakah ada kemungkinan Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar diberhentikan dalam tahun ini, Timbul hanya mengatakan hal tersebut bukan ranahnya. Sebab pihaknya hanya sebatas pengajuan.
Rapat paripurna ini menindaklanjuti Surat Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor 131.12/3649/OTDA tanggal 4 Juni 2021 perihal Penjelasan Terkait Pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Utara.

Terlambat

Rapat Paripurna DPRD Pematangsiantar dibuka sekira pukul 10.22 WIB oleh Ketua DPRD Timbul Lingga setelah Hefriansyah dan Togar tiba. Pembukaan rapat molor sekitar 22 menit dari jadwal yang ditetapkan, yaitu pukul 10.00 WIB, sesuai surat undangan yang diberikan DPRD.

Di luar ruangan rapat, sejumlah personel Satpol PP dan Polres Pematangsiantar telah siaga di pintu masuk.

Diinformasikan, polemik di Pematangsiantar berawal dari pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2021. Saat itu, pasangan (Almarhum) Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani mengalahkan kolom kosong.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pematangsiantar menetapkan, pasangan Asner-Susanti Dewayani menang melawan kotak kosong dalam rapat pleno, Kamis (21/1). Pasangan Asner-Susanti dinyatakan memeroleh 87.733 suara.
Namun, dalam rapat pleno tersebut, hanya Susanti yang hadir. Sedangkan Asner Silalahi telah meninggal dunia sebelum KPU menetapkan pemenang Pilkada. (mat)