Bakhtiar: NasDem Peduli dan Hadir Setiap Masyarakat Membutuhkan

Warga Desa Pargarutan Terima 250 Paket Sembako

TAPTENG, bumantaranews.com– Partai NasDem Kabupaten Tapanuli Tengah meluncurkan program kerja ‘NasDem berbagi’. DPD NasDem Tapteng bersama 14 anggota DPRD dari Fraksi NasDem akan membagikan paket sembako berisi beras premium 10 kg, mie instan 1 karton, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg, kopi 1 bungkus dan teh celup 1 kotak.

Pada program awal ini, DPD NasDem Kabupaten Tapanuli Tengah akan membagikan sembako sebanyak 3.500 paket kepada warga se-Kabupaten Tapteng, yang direncanakan berlangsung selama 2 bulan ke depan.

Desa Pargarutan, Kecamatan Sorkam menjadi sasaran awal yang menerima bantuan sembako sebanyak 250 paket, Rabu (6/10).

Dalam keterangan persnya, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Ketua Dewan Pertimbangan, Darwin Sitompul bersama 14 Anggota DPRD Tapteng dari Fraksi NasDem mengatakan, pembagian sembako ditujukan kepada warga terdampak pandemi  Covid-19.

“Bantuan berasal dari DPD NasDem Tapteng dan Fraksi NasDem yang ada di DPRD Tapteng sebanyak 14 orang. Bantuan ini menunjukkan NasDem peduli dan hadir setiap masyarakat membutuhkan,” kata Bakhtiar usai menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pargarutan.

Bakhtiar berharap bantuan yang diberikan dapat membatu mengurangi beban ekonomi warga di masa Pandemi Covid-19 saat ini.

“Bantuan ini tidak seberapa, tapi kami berharap bermanfaat bagi masyarakat. Dan kami akan terus melakukan,” ungkapnya.

Sekilas, pria yang juga menjabat sebagai Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah ini menjelaskan, selain 3.500 bantuan sembako, masih ada program ‘NasDem peduli’ lainnya dengan jumlah bantuan sebanyak 7.000 paket sembako yang juga akan dibagikan kepada warga se-Kabupaten Tapanuli Tengah.

Setelah itu, dilanjut dengan program bantuan dengan 10.500 paket sembako. Kemudian 14.000 paket, 17.500 paket hingga program dengan jumlah bantuan sembako sebanyak 21.000 paket.

“Ini rencana kerja partai NasDem untuk membantu masyarakat. Setelah itu 24.500 paket, dilanjutkan dengan 28.000 paket. Kenapa kami buat programnya, karena menentukan sasaran yang akan kami berikan. Setiap program ada sasaran yang kami lakukan,” jelas Bakhtiar. (ts)