Poktan Berdikari Binaan BI Sibolga Panen Perdana Cabai Merah

TAPUT, bumantaranews.com– Kelompok tani (Poktan) Berdikari binaan Bank Indonesia (BI) Sibolga panen perdana cabai merah di Desa Siborong-borong II, Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara, Jumat (8/10) lalu.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sibolga Aswin Kosotali, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Kadis Pertanian Taput Sey Pasaribu, Kabag Humas Pemkab Taput Sasma Situmorang dan sejumlah pimpinan OPD Taput lainnya serta puluhan warga yang tergabung dalam Poktan Berdikari.

Ketua Poktan Berdikari Jujur Mantap Lumbantoruan dalam laporannya menyampaikan bahwa Poktan Berdikari merupakan binaan BI Sibolga sejak tahun 2019 lalu. “Seiring waktu, Poktan ini meningkatkan hubungan dengan BI Sibolga melalui Memorandum of Understanding (MoU) untuk penanaman cabai merah di atas lahan 1 hektare (Ha),” katanya.

Dalam penanaman cabai merah ini, sambungnya, BI Sibolga bahkan mendatangkan konsultan yang sudah teruji dari Deli Serdang. “Berkat bimbingan konsultan tersebut, Poktan Berdikari malah sudah dapat membuat saos cabai, bon cabai, dan juga pupuk sendiri. Untuk itu, kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada BI Sibolga yang sudah peduli kepada Poktan Berdikari Siborong-borong,” tegasnya.

Menurutnya, sejak dibina BI Sibolga Poktan Berdikari yang awalnya beranggotakan 25 orang langsung mendapatkan bantuan 25 unit hand sprayer dari BI Sibolga, dan satu unit mesin penyemprot dan satu unit penyedot air. “Sekali lagi, atas nama masyarakat Poktan Berdikari, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BI Sibolga yang sudah memberikan perhatian, bantuan, dan kepedulian kepada kami. Kami pun berharap kiranya bantuan ini tak sampai di sini,” pintanya.

Kepala KPw BI Sibolga Aswin Kosotali dalam sambutannya menyampaikan, BI Sibolga dalam menjalankan tugas untuk menjaga stabilisasi rupiah dengan salah satu cara menjaga sektor ekonomi yang banyak ditopang oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa tetap berjalan dengan baik. “Itu dilakukan BI Sibolga karena cabai merah kerap menjadi salah satu penyumbang inflasi di 16 wilker BI Sibolga dan bahkan pernah menjadi penyumbang inflasi nasional,” ujar Aswin.

Aswin menegaskan, BI Sibolga akan tetap mendampingi dan memperhatikan Poktan Berdikari hingga dua tahun berikutnya sesuai prinsip BI Sibolga yang selalu peduli terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di 16 kabupaten/kota wilker BI Sibolga. “Klaster cabai merah ini menjadi perhatian kami, dengan harapan saat hasil panen surplus di daerah-daerah penghasil cabai, dapat didistribusikan ke daerah-daerah yang minus,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Aswin juga mengapresiasi dan memuji Bupati Taput Nikson Nababan yang telah peduli dan berperan aktif untuk mengembangkan potensi ekonomi Taput dengan bukti pertumbuhan ekonomi Taput cukup baik, 1,5% tahun 2020. “Itu pertumbuhan yang tertinggi di wilker BI Sibolga,” tegasnya.

Bupati Taput Nikson Nababan dalam arahannya mengapresiasi BI Sibolga yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Poktan yang ada di Taput, dan dia juga sepakat hasil panen surplus di daerah-daerah penghasil dapat didistribusikan ke daerah-daerah minus. “Terlebih bila daerah yang sektor penghasilannya dari jasa dan minim areal pertanian bisa mendapatkan kebutuhan bahan baku dari daerah penghasil, terutama dari dalam lingkar kawasan Tapanuli Raya,” ucapnya.

Nikson berharap agar BI Sibolga juga melakukan pendampingan untuk mengembangkan sektor lain semisal bawang merah dan ternak/hewan, khususnya ayam. “Kebetulan cabai merah di Taput sudah dalam kondisi surplus ditambah adanya jaminan harga dari Pemkab Taput, sehingga membuat petani cabai di Taput tidak merugi. Jadi, karena kami minus bawang merah dan telur, kami berharap tahun depan BI sudah dapat merealisasikan kedua sektor itu,” tandasnya. (rb)