Pandemi, Kasus Perceraian di Siantar Meningkat

SIANTAR, bumantaranews.com – Selama pandemi covid-19, kasus perceraian meningkat di Pengadilan Negeri Kota Siantar. Peningkatan yang sama juga terjadi di Pengadilan Agama.

Humas Pengadilan Negeri Kota Siantar Rahmat Hasibuan SH, Jumat (22/10), menjelaskan tahun 2020 kasus perceraian sebanyak 58 kasus. Namun tahun 2021 hingga saat ini bulan September sudah mencapai 64 orang.

Menurutnya pengaruhnya peningkatan jumlah perceraian tersebut kebanyakan percekcokan ada perselingkuhan hingga terjadi pertengkaran di rumah tangga. Penyebab lain terjadinya perceraian akibat kurang ekonomi dan kurang harmonis dalam rumah tangga.

“Dalam penanganannya tetap mengedepankan mediasi kedua belah pihak. Tujuannya agar gugatan dapat dipertimbangkan untuk ditarik. Namun kebanyakan karena ketidak sesuaian, pasangan suami istri memilih untuk berpisah,” katanya. (ros)