Siswi SMP Dicabuli Sopir di Dalam Mopen

SIANTAR, bumantaranews.com – Gadis berusia 13 tahun, A, yang masih duduk di bangku SMP telah dicabuli kekasihnya, JMT alias Annes (23). Pencabulan dilakukan Annes di dalam mobil penumpang (mopen) yang dibawanya, di Jalan Merdeka, tepatnya di halaman Gedung Olah Raga (GOR), Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Selasa (19/10) sekitar pukul 23.00 WIB.

Annes yang merupakan warga Jalan Kampung Baru Garapan, Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar itu ditangkap polisi pasca dilaporkan orangtua korban, sesuai Laporan Polisi No Pol: LP /B/642/X/2021/Spkt/Polres Pematangsiantar/Polda Sumut, tanggal 20 Oktober 2021 tentang Tindak Pidana Perbuatan Cabul Terhadap Anak di Bawah Umur.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edy Sukamto menerangkan, tersangka dilaporkan RP (48) warga Kecamatan Siantar Martoba. Dalam laporannya RP menyebutkan putrinya telah dicabuli di dalam mopen.

Sesuai keterangan RP kepada polisi, pasca pencabulan, menceritakan peristiwa yang dialaminya. Katanya, awalnya ia melihat Annes melintas dengan mengendarai mopen SS. Lalu, gadis itu meminta ikut. Annes setuju dan A duduk di depan (di samping supir).

A sempat ikut dua kali putaran untuk mencari penumpang. Sekitar pukul 18.00 WIB, Anne membawa A ke SPBU di Jalan Patuan Nagari untuk mengisi BBM. Dari situ, Annes membelikan nasi goreng untuk A.
Nasi goreng tersebut dimakan A di dalam mopen. Selesai makan, Annes sempat membawa A ke rumahnya di kawasan Kampung Kristen, Kecamatan Siantar Selatan.

Di rumah itu, A sempat bertemu adik Annes. Namun keduanya hanya berbincang sebentar. Setelah Annes ganti pakaian, ia mengajak A berkeliling Kota Pematangsiantar naik mopen.

Malamnya, sekira pukul 23.00 WIB, Annes mengarahkan mopen yang dibawanya ke halaman GOR, Jalan Merdeka. Lalu ia memarkirkan kendaraannya di situ. Namun keduanya tidak turun dari mopen.

Di dalam mopen, Annes merayu korban. Ia berjanji akan bertanggung jawab dan siap menikahi korban. Selanjutnya, Annes berusaha mencabuli korban. Awalnya korban menolak.

“Nggak apa-apa, tenanglah,” rayu Annes, dan pencabulan terjadi.

Aksi Annes terhenti ketika ada orang yang datang mendekati mopen
“Woi! Ngapain kalian di situ? Pulang kalian!” bentaknya.

Annes pun bergegas dan tancap gas. Awalnya ia mengatakan ingin mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Namun saat melintas di Jalan Medan Simpang Kerang, Annes meminta korban turun dari mopen.
“Turun sebentar, aku ada urusan bentar,” katanya.

Setelah korban turun dari mopen, Annes langsung berlalu. Korban sempat menunggu selama dua jam di sekitaran Simpang Kerang. Tetapi Annes tidak kunjung datang. Lalu ia bertemu salah seorang sopir mopen lainnya, yang kebetulan kenal dengan ibunya. Sopir itulah yang membawa korban pulang ke rumah.

Setelah mendengar cerita korban, orangtuanya memutuskan melapor ke polisi. Setelah menerima laporan orangtua korban, polisi melakukan olah TKP, meminta visum, serta memeriksa saksi-saksi. Setelah berkas dianggap lengkap, polisi menangkap Annes. (rel)