Guru Cabuli 7 Murid SD

NIAS, bumantaranews.com– Polres Nias, Sumatera Utara menangkap guru sekolah dasar yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 7 murid di bawah umur.
Guru berinisial AZ itu sebelumnya dilaporkan orang tua murid yang menjadi korban pencabulan.

“Benar, yang bersangkutan sudah diamankan. Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan,” kata Paur Subbag Humas Polres Nias Aiptu Yadsen F Hulu, Kamis (28/10/2021).
Pihak kepolisian belum mau merinci lebih jauh ihwal kasus tersebut. Yadsen menyatakan bahwa kepolisian masih memeriksa guru yang bersangkutan.

“Masih didalami, yang bersangkutan masih diperiksa,” papar Aiptu Yadsen F Hulu.

Sebelumnya, tujuh siswi sekolah dasar di Kecamatan Gunungsitoli Utara, Nias, Sumatera Utara menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan gurunya berinisial AZ.

Kasus pelecehan seksual itu terbongkar saat salah satu korban melapor ke orangtuanya. Korban mengaku tak hanya dicabuli, AZ juga memaksa muridnya menonton film porno. Para korban diancam agar tidak memberitahukan masalah itu ke siapapun.

Diduga perbuatan menyimpang tersebut sudah dilakukan AZ sejak tahun lalu. Murid yang menjadi korban ketakutan dan mengalami trauma. Para orangtua lantas melaporkan kasus itu ke polisi.

Sebelumnya, tujuh pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Gunungsitoli Utara, Nias, Sumatera Utara melaporkan ke polisi karena mengaku dicabuli gurunya, yakni AZ.
Kasus pedofil itu terungkap ketika ada korban mengadu ke orang tua.

“Ada tujuh orang korban yang membuat laporan. Mereka ke Polres Nias didampingi oleh orangtuanya,” kata Paur Subbag Humas Polres Nias, Aiptu Yansen F Hulu, Selasa (26/10) lalu.

Aiptu Yansen menjelaskan kasus pelecehan seksual itu terbongkar saat salah satu korban melapor ke orang tua.

Korban mengaku tak hanya dicabuli, tetapi juga dipaksa menonton film porno oleh AZ.

“Korban melaporkan kepada orang tuanya bahwa dia diancam oleh oknum guru tersebut. Tak hanya itu, para korban juga mengaku bahwa mereka dipaksa untuk menonton film porno di lingkungan sekolah,” kata Yansen.

AZ diduga sudah melakukan pencabulan terhadap siswanya yang masih di bawah umur sejak tahun lalu. Saat ini, murid yang menjadi korban ketakutan dan mengalami trauma.

Para orang tua korban berharap agar AZ segera ditangkap, dan diberi hukuman yang setimpal.

“Mereka sudah melapor di SPKT Polres Nias. Jadi kasusnya sedang ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak,” beber Aiptu Yansen. (cnn)