Jalan ke Rumah Oknum Kadis di Palas Dihotmix

DPRD: Oknum Mengatasnamakan Bupati

PALAS, bumantaranews.com – Jalan ke rumah pribadi salah seorang oknum kepala dinas di Pemkab Padang Lawas kondisinya mulus setelah dihotmix. Tak tanggung-tanggung, jalan yang diduga tanpa perencanaan itu menghabiskan anggaran APBD tahun 2021 sebesar Rp497.709.000.

Amatan Metro Tabagsel, masih banyak jalan pemukiman di kabupaten palas yang kondisinya perlu perhatian pemerintah. Namun, melihat jalan yang terkesan jalan pribadi menggunakan uang rakyat ini, seolah hanya mementingkan diri sendiri.

Sebelumnya, jalan buntu yang terkesan khusus menjadi akses ke rumah pknum kadis ini sudah dirabat beton sekira tahun 2018 lalu. Terlihat, tidak sampai 300 meter dari jalan utama Tanjung Baringin Simarulak itu tampak buntu. Dan mentok di depan rumah oknum kadis berinisial YNS tersebut.

Di sekeliling jalan itu terlihat kebun. Hanya satu rumah yang tampaknya sasaran jalan yang baru dibangun tahun 2021 ini. Yakni rumah YNS.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ahmad Yani Pohan yang dikonfirmasi soal jalan tersebut belum menanggapi. Ia hanya mengarahkan, agar proyek jalan hotmix yang sudah selesai ini ditindaklanjuti melalui Kabid Bina Marga.

“Konfirmasi ke Kabid Bina Marga aja dulu ya, Saya sedang di Jakarta,” sebut Kadis PU lewat pesan tertulis.

Di sisi lain, anggota DPRD Dapil Barumun Raja Parlindungan Nasution yang dikonfirmasi mengaku tidak ada usulan DPRD terkait jalan itu. Anggota Dewan Fraksi PPP ini menduga, ini merupakan cara YNS mengobok-obok anggaran APBD, dengan mengatasnamakan bupati.

Diketahui, proses penganggaran itu harus melalui Musrenbang, Top Up dan Pokir DPRD. “Dan ini adalah top up, mengatasnamakan bupati untuk kepentingan pribadi,” terang Raja Parlindungan.

Digambarkannya, bukan jalan menuju rumah YNS saja, jalan menuju kafe mantan Kadis PU HRH juga turut disinggung. Sebab, jalan ini juga terasa janggal, di mana pembangunannya hanya sampai lokasi kafe milik HRH.
Padahal, jalan ini tembus ke Jalan Karya Pembangunan, yang di sekitarnya sudah banyak pemukiman.

“Ada oknum yang selalu mengatasnamakan bupati untuk menghabiskan anggaran, yang tidak tepat sasaran. Saat kita lakukan koreksi, lagi-lagi ada oknum yang menolak. Contohnya untuk anggaran 2022 ini sudah kita laksanakan efisiensi termasuk anggaran BPKAD, karena menurut kita di DPRD perlu percepatan pencapaian visi misi Bupati dan wakil bupati sesuai RPJMD kita. Oknum yang mengatasnamakan bupati ini, sepertinya tidak mendukung percepatan pembangunan yang tepat sasar,” tukas Raja Parlindungan Nasution.

H M Rido Harahap SE, salah satu Tokoh Pemekaran Kabupaten Padang Lawas.

M Ridho: Mementingkan Pribadi!

Pembangunan Kabupaten Padang Lawas yang terkesan tanpa perencanaan disoroti sejumlah kalangan dan tokoh. Hal itu dilihat dari pembangunan jalan hotmix di dua tempat.

Satu menuju rumah salah satu kepala OPD, dan satu lainnya menuju Kafe mantan kepala OPD Pemkab Palas. Dimana pembangunannya baru saja selesai tahun anggaran 2021 ini.
Menurut H M Rido Harahap SE, salah satu Tokoh Pemekaran Kabupaten Padang Lawas, pembangunan ini tidak terarah. Dan tidak menyentuh terhadap masyarakat. Hanya lebih mementingkan pribadi, yang selalu mengatasnamakan bupati.

Mantan Ketua DPRD Palas periode 2009-2014 ini juga menilai, konsep pembangunan yang dipertontonkan oleh oknum yang mengatasnamakan bupati ini, tidak sepenuhnya mendukung pembangunan. Malah, lebih untuk memperkaya diri.

“Ini yang membuat kita miris, padahal masih banyak yang perlu dibenahi. Jalan juga masih banyak yang tidak layak, yang butuh perhatian pemerintah,” ungkap mantan Ketua DPRD ini.

Seyogianya, bupati dan wakil bupati mengevaluasi oknum yang menciptakan prestasi buruk. Itu dilihat dari sepak terjang oknum tersebut sejak menjabat 2013 sampai sekarang, yang belum pernah menciptakan prestasi baik.

“Untuk apa dipertahankan oknum seperti ini. Saya harapkan bupati dan wakil bupati bijak dan tegas menyikapi persoalan ini. Evaluasi bila perlu copot oknum yang mau menghancurkan Padang Lawas. Dan menurut saya, oknum ini tidak sejalan dengan visi misi bupati dan wakil bupati. Mari kita cerdas menyikapinya,” kata H Rido. (tan)