23 Wira Usaha Binaan BI Siantar Diwisuda

SIANTAR, bumantaranews.com – Kantor Pewarkilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar menggelar wisuda bagi 23 Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) Pematangsiantar Batch ke-1 Tahun 2021. Wisuda berlangsung di aula Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lantai 5, Jalan H Adam Malik Kota Pematangsiantar, Jumat (12/11) pagi.

Kepala KPw BI Pematangsiantar, Teuku Munandar menerangkan, pada September 2020, Asian Development Bank (ADB) merilis hasil survei mengenai kondisi aktivitas UMKM di beberapa negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Filipina, Thailand dan Laos selama dua bulan pertama pandemi Covid-19 terjadi.

Peningkatan demand produk UMKM di masa pandemi dapat terjadi setidaknya dari dua sumber, yaitu konsumsi rumah tangga (masyarakat) dan konsumsi pemerintah (realisasi APBN/APBD). Sebagai masyarakat, partisipasi yang dapat dilakukan untuk membantu agar UMKM tetap bertahan di masa pandemi di antaranya membelanjakan dana/simpanan yang masih dimiliki, untuk membeli barang/jasa produk UMKM, dengan tetap memperhatikan kebutuhan.

“Memang di masa ketidakpastian ekonomi saat ini, kecenderungan masyarakat adalah menahan diri dalam berkonsumsi, dan mengalihkan kelebihan dana yang dimilikinya dalam bentuk simpanan, emas, atau aset lainnya. Hal ini terkonfirmasi dengan meningkatnya jumlah dana pihak ketiga (tabungan, deposito, giro) di perbankan selama masa pandemi, baik di Indonesia pada umumnya, dan Kota Pematangsiantar pada khususnya,” jelasnya.

Masih kata Teuku Munandar, per September 2021, jumlah DPK Perbankan Kota Pematangsiantar Rp16,03 Triliun, atau tumbuh 10,4% dibandingkan September 2019 (sebelum pandemi). Data ini mengindikasikan masyarakat masih menahan konsumsi, sambil menunggu keadaan membaik. Apabila sebagian masyarakat mulai melonggarkan kebijakan “pengetatan ikat pinggang”-nya, dan menggunakannya untuk mengonsumsi produk lokal, maka diharapkan akan menambah serapan hasil produksi UMKM.

Sementara itu, untuk konsumsi pemerintah, realisasi APBN/APBD sangat diharapkan percepatannya, sehingga terjadi efek multiplier dari aliran dana tersebut. Sebab tipikal daerah-daerah di Indonesia masih banyak yang struktur ekonominya bergantung pada anggaran pemerintah. Sehingga realisasi APBD sangat berperan dalam menggerakkan roda perekonomian, termasuk sektor UMKM.

“Semoga dengan kontribusi semua pihak, UMKM Indonesia dan Kota Pematangsiantar pada khususnya, dapat bertahan dan kembali bangkit melalui ujian pandemi. Kami dari Bank Indonesia, akan senantiasa berupaya mendorong pengembangan UMKM dan industri kreatif di Kota Pematangsiantar, melalui berbagai program, di antaranya Pendampingan Wira Usaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI),” katanya.

Dalam kesempatan itu Teuku Munandar juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama Pemko Pematangsiantar di bawah kepemimpinan Walikota Hefriansyah yang selalu aktif menghadiri di setiap acara UMKM yang diselenggarakan BI. Hal itu menunjukkan komitmen Pemko Pematangsiantar untuk memajukan UMKM.

“Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada kepada OPD terkait, khususnya Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pematangsiantar, yang selalu bersemangat saat berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM dan pariwisata, dan kepada perbankan yang selalu mendukung Bank Indonesia di berbagai program, di antaranya dalam penyediaan sarana pembayaran non tunai QRIS, sehingga memudahkan transaksi keuangan UMKM dan masyarakat,” sebutnya.

Ucapan terima kasih juga disampikan kepada coach Marioto dan Tim IMUTS.
“Terima kasih atas kerjasamanya yang telah mendampingi dan sharing ilmu kepada WUBI selama setahun ini. Di tengah-tengah pandemi dan kesibukan dengan program di berbagai daerah seperti di Sulawesi Utara dan Jawa Timur, Tim IMUTS tetap komit untuk mendampingi WUBI di Pematangsiantar,” jelas Teuku Munandar seraya mengatakan agar pelaku UMKM, jangan pernah menyerah dan takut gagal.

“Bagaimanapun kondisi kita, memang tidaklah mudah untuk menjalankan usaha, apalagi di tengah-tengah pandemi, digitalisasi dan era keterbukaan ekonomi. Namun tidak ada hal yang tidak mungkin sepanjang Tuhan menghendaki, dan kita mau melakukannya dengan ikhlas dan bersungguh. Bapak Proklamasi Indonesia, Presiden Soekarno pernah berujar, “Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya”.

Sementara itu, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah diwakili Plh Sekda Zainal Siahaan, dalam sambutannya mengatakan, UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia, karena jumlah UMKM mencapai 64,19 juta. Komposisi Usaha Mikro dan Kecil sangat dominan yakni 64,13 juta atau sekitar 99,92 persen dari keseluruhan sektor usaha.

Namun sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, para pelaku UMKM menjadi pihak yang paling terdampak. Sebab struktur permodalan yang belum cukup kuat untuk menghadapi kontraksi ekonomi yang terjadi. Sesuai rilis Kata Data Insight Center (KIC), mayoritas UMKM (82,9%) merasakan dampak negatif dari pandemi ini, dan hanya sebagian kecil (5,9%) yang mengalami pertumbuhan positif.

Dilanjutkannya, hasil survei dari beberapa lembaga (BPS, Bappenas, dan World Bank) menunjukkan pandemi juga menyebabkan banyak UMKM kesulitan melunasi pinjaman serta membayar tagihan listrik, gas, dan gaji karyawan. Beberapa di antaranya sampai harus melakukan PHK.

Kendala lain yang dialami UMKM, antara lain sulitnya memperoleh bahan baku, permodalan, pelanggan menurun, distribusi dan produksi terhambat.
Oleh sebab itu, pemerintah berupaya menyediakan sejumlah stimulus melalui kebijakan restrukturisasi pinjaman, tambahan bantuan modal, keringanan pembayaran tagihan listrik, dan dukungan pembiayaan lainnya.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan maka pastilah perekonomian masyarakat akan semakin menurun dan krisis keuangan dan keamanan seperti tahun 1998 bukan tidak mungkin dapat terulang kembali. Oleh sebab itu berbagai upaya harus dilakukan untuk dapat menjaga keseimbangan kesehatan dan ekonomi,” terangnya.

Dikatakan juga, pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait telah menetapkan kebijakan dan program untuk membantu pemulihan ekonomi khusus untuk UMKM. Realisasi dana program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mendukung UMKM pada tahun 2020 mencapai Rp112,84 trilliun yang telah dinikmati oleh lebih dari 30 juta UMKM.

Sementara tahun 2021, pemerintah kembali menganggarkan PEN kembali dengan nominal sebesar Rp121,90 triliun untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Pemerintah juga terus mendorong pelaku UMKM untuk on board ke platform digital melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) bersama berbagai kementerian dan instansi terkait, salah satunya BI.

Tetapi, katanya, UMKM sendiri masih harus mengatasi berbagai gap kompetensi yang menjadi kendala tersendiri, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat dan terdigitaliasi. Tentunya dalam mengisi gap tersebut diperlukan proses dan tahapan yang sistematis agar nantinya berbagai ilmu yang disampaikan dapat diterima dan diimplementasikan dengan utuh.

Tentunya dengan pelaksanaan program WUBI Pematangsiantar yang mengusung tema “Standarisasi, Adaptif dan Inovatif” ini dapat menjadi resep mujarab untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis akibat adanya pandemi dan pembatasan kegiatan. Dengan adanya kegiatan pendampingan dan company visit pada program WUBI, juga menjadi langkah yang tepat untuk dapat memberikan pemahaman yang utuh bagi para peserta.

“Kami mengapresiasi langkah Bank Indonesia Pematangsiantar yang telah menyelenggarakan program WUBI di tengah tantangan berat yang sedang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Semoga dengan lulusnya para peserta WUBI Pematangsiantar ini setelah menjalani 7 bulan program pengembangan kompetensi ini, dapat bermetamorfosa menjadi wirausaha yang agile dan tahan banting serta menjadi role model bagi UMKM lain khususnya di wilayah SISI BATAS LABUHAN, yang dapat terus berkreasi dan berinovasi di tengah tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi,” sebutnya.

Tiga wisudawan WUBI terbaik yaitu Ricky Iskandar Toreh (Limbah Karya Mandiri) dengan total score 77; Muhammad Rudi (Hilwa Tenun) dengan Total score 77; dan Tora Purba (Roti Abati) dengan total score 77.

Hadir pada acara tersebut, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Pematangsiantar Elpiana Turnip; Kabid Koperasi dan UMKM Sondang Sitanggang; para Coah dari Tim IMUTS– Coach Marioto, Coach Ade, dan Coach Wahyu; Kepala Seksi Pengembangan Produk Pariwisata dan Pemasaran Indra Damanik; para pimpinan perbankan di wilayah Kota Pematangsiantar; serta para peserta wisuda WUBI Pematangsiantar Batch Ke-1 Tahun 2021. (rel)