Hari Ini Ada Gerhana Bulan di Indonesia

bumantaranews.com – Fenomena astronomi di alam semesta kembali bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia dalam waktu dekat. Pada 19 November, gerhana bulan akan bisa dilihat langsung oleh masyarakat di beberapa daerah di tanah air.

Secara umum, gerhana bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu fenomena astronomi ini terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan sebagian terjadi saat sebagian piringan bulan masuk ke umbra (bayangan utama) bumi. Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna gelap sedikit kemerahan di yang terkena umbra bumi tersebut.

Sebaliknya, gerhana matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.

Dikutip dari laman Edukasi Lapan, Andi Pangerang, Pusrissa OR-PA BRIN, menjelaskan bahwa Bulan akan tertutup umbra Bumi sebanyak 97,85 persen. Gerhana bulan sebagian ini terjadi dekat dengan gugus Pleaides pada konstelasi Taurus.

“Gerhana hari Jumat nanti akan diawali dengan fase Awal Penumbra. Ini terjadi pada pukul 13.00.20 WIB/14.00.20 WITA/15.00.20 WIT,” terangnya.

Gerhana bulan sebagian kali ini juga merupakan gerhana ke-45 dari 7/1 gerhana dalam Seri Saros-126. Seri Saros adalah sekumpulan gerhana yang mana interval dua gerhana yang berurutan merupakan siklus Saros.

Siklus Saros sendiri adalah siklus gerhana yang durasi rata-ratanya selama 18 tahun 11 hari 8 jam dan terpaut sebesar 223 lunasi (siklus sinodis Bulan). Seri Saros dapat terdiri dari 70-80 gerhana dan berumur 1200-1400 tahun.

Seri Saros untuk Gerhana Bulan diawali dengan gerhana Bulan penumbral, yakni ketika Bulan memasuki penumbra Bumi, kemudian Bulan perlahan memasuki umbra Bumi sehingga terjadi gerhana Bulan sebagian, kemudian seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam umbra sehingga terjadi gerhana Bulan total, dan puncak dari Seri Saros adalah ketika terjadi gerhana Bulan total-sentral, yakni ketika Bulan berada tepat di tengah-tengah umbra.

Konsekuensinya, gerhana bulan akan mengalami durasi total paling lama. Setelah mencapai puncak Seri Saros, bulan perlahan menjauhi pusat umbra, kembali mengalami gerhana Bulan sebagian dan ditutup dengan gerhana Bulan penumbra.

Sementara itu, laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan, gerhana bulan sebagian tidak bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Alasannya, bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.
Puncak Gerhana Bulan Sebagian terjadi pada pukul 16.02.53 WIB / 17.02.53 WITA / 18.02.53 WIT. Di bawah ini merupakan daftar daerah yang bisa menyaksikan fase puncak gerhana bulan sebagian.

Di Provinsi Papua Barat (kecuali Kab. Kep. Raja Ampat), Sebagian Provinsi Maluku (Kota Tual, Kab. Maluku Tenggara / Kep. Kei, Kab. Kep. Aru). Fase akhir Gerhana Bulan Sebagian terjadi pada pukul 16.47.23 WIB / 17.47.23 WITA / 18.47.23 WIT. Berikut daerah-daerah yang bisa menyaksikan fase akhir Gerhana Bulan Sebagian: Pulau Papua, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Pulau Madura, Bali, Jawa (kecuali Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Sukabumi, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kab. Bandung Barat). Selanjutnya Provinsi Kepulauan Riau (Kep. Natuna dan Kep. Anambas), Provinsi Bangka Belitung (kecuali Bangka Barat). (jp)