Galian C Pasir di Sei Lendir Dikeluhkan Warga

ASAHAN, bumantaranews.com – Diduga galian C pasir yang tidak memiliki izin marak beroperasi di Desa Sei Lendir, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan dikeluhkan masyarakat sekitar.

Pasalnya, akibat penambangan pasir tersebut jalan sekitar rusak dan berdebu.

Pantauan beberapa Wartawan Selasa siang (23/11/2021) di lokasi penambangan pasir, yang tengah melakukan aktivitas dengan menggunakan excavator dan terlihat puluhan dump truck mengantri untuk mengisi pasir dari penambangan yang diduga ilegal tersebut.

Sementara itu Dhika (37), salah seorang warga Desa Sei Lendir mengatakan,  semenjak adanya aktivitas penggalian pasir, jalan di wilayah mereka rusak dan  berdebu.

Dhika dan warga lainnya berharap kepada Pemkab Asahan dan Polsek Sei Kepayang bisa menertibkan galian tersebut jika memang tidak memiliki izin, biar jalan kami ini tidak berdebu dan rusak.

Sementara itu diketahui jerat pasal bagi pelaku penambang Galian C Ilegal yaitu dikenakan pidana  Pasal 98 Ayat (1) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit  Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (ck-04)