Banjir Tak Surut, Petani di Asahan Gagal Panen

ASAHAN, bumantaranews.com – Banjir yang menggenangi Desa Sei Dua Hulu meliputi 15 Dusun yang memiliki luasan hingga 5.525 hektare sangat berdampak terhadap lahan perkebunan dan pertanian warga.

Kepala Desa Sei Dua Hulu, Sumardi Nasution menjelaskan banjir tersebut kebanyakan menggenangi wilayah perkebunan kelapa sawit milik warga. Sehingga sebagian warga tidak dapat memanen kelapa sawit milik warga.

“Untuk luasan banjir, ada 5.525 hektare di Desa Sei Dua Hulu ini. Hampir semuanya adalah perkebunan milik warga,” ungkap Sumardi.
Parahnya lagi, terdapat 30 hektare persawahan milik warga tidak dapat dipanen dan dinyatakan gagal panen.

“Untuk tanaman palawija, ada 20 hektare yang gagal panen, persawahan ada 30 hektare, selebihnya sawit. Gagal panen semua,” jelas pria yang akrab dipanggil umar tersebut.

Ia mengatakan, areal desanya tersebut hampir seluruhnya adalah perkebunan milik warga yang bergantung terhadap hasil alam. “Paling 15 persen ini areal pemukiman. Selebihnya perkebunan warga,” katanya.

Ia mengaku banyak warga yang kebingungan untuk melanjutkan kehidupan. Pasalnya sawit milik mereka tidak dapat berbuah karena terendam oleh banjir.

Sementara itu, seorang warga, Udin mengaku kebingungan untuk memutar perekonomiannya dimasa banjir seperti ini. Pasalnya, buah sawit miliknya berbuah tidak sesuai dengan harapan.

“Seperti sekarang ini, kami memanen harus menggunakan sampan. Buah kecil, biaya panen besar. Sehingga kami kebingungan mau berbuat apa,” keluh Udin.

Ia berharap ada solusi dari pemerintah Kabupaten Asahan untuk mengatasi banjir yang menggenangi kampung mereka tersebut. “Harus ada solusilah kalau seperti ini. Kami sulit untuk mencari makan,” harapnya. (gani)