B Munchen vs Barcelona: Beda Kualitas

bumantaranews.com – Pertandingan Bayern Munchen vs Barcelona dalam lanjutan jadwal Liga Champions 2021/2022 matchday 6 di Allianz Arena digelar pada Kamis, 9 Desember 2021 pukul 03.00 WIB. Robert Lewandowski yang baru saja kalah dalam perebutan Ballon d’Or 2021 bisa jadi pembeda utama di laga nanti.

Barcelona datang ke markas Bayern Munchen dalam situasi kritis. Satu-satunya jalan agar tim asuhan Xavi bisa lolos ke 16 besar UCL tanpa bantuan tim lain adalah dengan mengalahkan Die Roten di Allianz Arena.

Ini tidak terlepas dari poin Barca yang cuma 7, hanya unggul 2 angka dari pesaing terdekat Benfica. Jika sampai Barcelona seri saja lawan Bayern, sedangkan Benfica bisa menumbangkan Dynamo Kyiv dalam laga kandang, maka yang menemani Die Roten ke fase knock-out adalah wakil Portugal. Sebaliknya, Barca akan ditransfer ke 16 besar Liga Europa (UEL).

Usai Lionel Messi memenangkan Ballon d’Or ketujuhnya, Thomas Muller menyatakan kekecewaan. Menurutnya, Robert Lewandowski, yang finis tepat di belakang Messi dalam jumlah vote Ballon d’Or 2021 lebih layak menang tahun ini.

Muller mengaku kesuksesan La Pulga justru akan memicu Bayern untuk membidik gelar Liga Champions musim ini, gelar yang bakal mendongrak posisi Lewandowski, dengan target awal menumbangkan lawan terakhir di fase grup: Barcelona. “Ini jadi motivasi besar bagi saya untuk mengembalikan trofi Liga Champions ke Munich. Kami punya kesempatan berikutnya pada Rabu (malam waktu Eropa) dalam laga Liga Champions lawan Barcelona,” paparnya.

Bayern sudah tidak membutuhkan apa-apa di laga ini. Tim asuhan Julian Nagelsmann sudah resmi jadi juara Grup E, dan lolos ke 16 besar UCL. Hanya, kemenangan atas Barca bakal membuat Die Roten melanjutkan rekor 100 persen di fase grup musim ini.

Di samping itu, Die Roten sejauh ini masih memegang rekor sebagai tim dengan jumlah gol terbanyak di UCL musim ini dengan 19 gol, di atas Manchester City (17 gol), Ajax (16 gol), atau Liverpool (15 gol). Bayern punya pengalaman manis menghajar Barcelona 0-3 di Camp Nou dalam putaran pertama.

Ketika itu, Die Roten unggul segalanya dari Blaugrana. Bukan cuma soal penguasaan bola yang mencapai 51,6 persen, tetapi juga jumlah tembakan yang sangat mencolok 17 percobaan berbanding cuma 5 milik tuan rumah. Robert Lewandowski mencetak brace, sedangkan satu gol lain dicetak spesialis pembobol Barca: Thomas Muller.

Saat ini, Barcelona sudah dilatih oleh Xavi Hernandez, bukan lagi Ronald Koeman seperti dalam pertemuan pertama. Namun, Xavi bukan pesulap. Timnya baru saja roboh dari Real Betis 0-1 di liga domestik jelang partai lawan Bayern. Selain itu, ia masih berurusan dengan badai cedera, dan kualitas pemain yang di bawah level penggawa inti Die Roten.

Xavi yang hanya bisa menerima skuad yang terpengaruh krisis finansial Barca, tampak punya peluang besar hanya bertarung di UEL dalam sisa kompetisi di Eropa. Apalagi Barcelona memang bermasalah di UCL dengan hanya mencetak 2 gol dari 5 laga. Kedua gol itu dibuat Gerad Pique dan Ansu Fati. Namun, Memphis Depay, salah satu andalan Barcelona di lini depan musim ini, menegaskan timnya akan menganggap laga kontra Bayern sebagai final.

“Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk lolos ke ronde berikutnya, dan ini seperti final. Kami harus bermain dengan intensitas maksimum. Kami berupaya untuk memainkan high press dan unggul penguasaan bola. Kami ingin mengontrol laga dengan cara ini,” kata Depay kepada BarcaTV+.

Dengan segala masalah yang menimpa Barcelona, ditambah motivasi lebih Thomas Muller dan bisa jadi Robert Lewandowski yang baru saja ditepikan dari persaingan Ballon d’Or, skor telak untuk keungggulan Bayenr mungkin saja tercipta.

Bayern Munchen masih kehilangan Michael Cuisance, Eric Maxim Choupo-Moting, dan Joshua Kimmich karena infeksi Covid-19. Selain itu, Marcel Sabitzer dan Bouna Sarr absen karena cedera. Dengan posisi Bayern tidak lagi butuh kemenangan, Julian Nagelsmann dapat menurunkan starting XI kombinasi pemain inti dan cadangan. Yang dapat dimaksimalkan adalah Thomas Muller. Sang gelandang serang mampu mencetak 7 gol hanya dalam 6 duel kontra Barcelona sepanjang karier.

Sementara itu, Xavi sebagai juru taktik Barcelona punya opsi yang cukup terbatas. Ia tidak bisa memakai Pedri, Ansu Fati, Dani Alves, hingga Sergio Aguero. Skuad Barca bakal diisi sedikit pemain senior macam Gerard Pique dan Sergio Busquets. Sementara itu, Ousmane Dembele bisa jadi opsi di sisi kiri mengingat penampilan Philippe Coutinho yang tidak maksimal. Perbedaan kualitas dan pengalaman antara skuad muda Barcelona jika dibandingkan kekuatan lengkap Bayern, bisa menciptakan perbedaan besar. (tir/int)

B Munchen (4-2-3-1):
Manuel Neuer; Benjamin Pavard, Niklas Sule, Tanguy Nianzou, Omar Richards; Corentin Tolisso, Leon Goretzka; Jamal Musiala, Thomas Muller, Leroy Sane; Robert Lewandowski.

Barcelona (4-3-3):
Marc Andre ter Stegen; Serginho Dest, Ronald Araujo, Gerard Pique, Jordi Alba; Sergio Busquets, Gavi, Frenkie de Jong; Ousmane Dembele, Memphis Depay, Abdessamad Ezzalzouli.