Polres Labuhanbatu Didemo, Didesak Tangkap Pelaku Pemerkosaan

LABUHANBATU, bumantaranews.com – Gerakan Perempuan Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Labuhanbatu, mendesak pihak kepolisian segera memproses dan menangkap pelaku dugaan pemerkosaan yang dilakukan pria berinisial AR, Senin (20/12/2021).

Dalam tuntutannya, para mahasiswi yang terdiri dari beberapa universitas dan organisasi menuntut segera mengusut tuntas pelaku pemerkosaan di PT Milano Labuhanbatu Bilik tersebut.

“Tindak tegas pelaku pemerkosaan sesuai pasal 285 KUHP. Copot Kanit PPA Polres Labuhanbatu, hentikan kekerasan terhadap perempuan, stop eksploitasi anak, kami meminta Polres Labuhanbatu membentuk tim khusus korban kekerasan seksual, dan mendesak Polres Labuhanbatu ramah terhadap perempuan,” tegas Korlap Aksi, Sarinah Nyai didampingi Helda.

Kata Sarinah, kekerasan terhadap perempuan harus dihentikan. Peran perempuan dalam pergerakan merawat negara Republik Indonesia sangat penting, dimana mereka adalah tiang sebuah negara.

“Ini adalah aksi kemanusiaan, dan menyuarakan sebuah hak-hak seseorang perempuan dalam berbangsa dan bernegara, karena di tahun 2021 sedang marak-maraknya tentang pelecehan seksual di setiap daerah-daerah,” cetus Sarinah.

Informasi dihimpun, AR adalah Security PT Milano, diduga tega memperkosa seorang janda beranak satu di areal perkebunan kelapa sawit PT Milano, Dusun IV Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, 6 November 2021.

Kemudian, sehari setelah kejadian, korban langsung melaporkan pelakunya, AR ke Polres Labuhanbatu, namun terlapor belum juga diperiksa hingga akhir pekan lalu.

Korban, sebut saja namanya Melati (25), warga Kecamatan Bilah Barat mengungkapkan, dirinya diperkosa oleh AR, saat tertangkap mencari berondolan sawit di areal perkebunan dan pelaku langsung melakukan tekanan dengan mengancam menggunakan senjata tajam.

Kasatreskrim Polres Labuhanbatu, AKP Rusdi Marzuki saat dikonfirmasi akhir pekan lalu atas kasus tersebut mengaku pihaknya masih melakukan penyidikan.

“Masih dalam proses penyidikan. Pekan depan kita panggil,” jawabnya singkat kepada wartawan melalui pesan balasan yang dikirimkan kepadanya.

Saat dikonfirmasi ulang, Senin (20/12/2021), Rusdi menegaskan pihaknya telah memeriksa terlapor AR dan sedang dalam proses. “Sedang dalam proses pemeriksaan hari ini,” jawabnya. (Bud)