Penyandang Disabilitas Juga Punya Kesempatan Bekerja

Medan-Bumantara : David Farnando benar-benar tidak menyangka. Lamaran kerja yang dilayangkannya ke Alfamidi diterima. Penyandang tuna rungu dan wicara sudah setahun bekerja di bagian gudang salah satu toko Alfamidi. Kini dia percaya, penyandang disabilitas juga punya kesempatan bekerja.  

Ditemui di sela-sela Sosialisasi Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan Program Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan Medan, Rabu (24/5) di Hotel Antares Indonesia, David dibantu juru bicara isyarat, mengatakan, awalnya dia melihat pengumuman lowongan kerja di sebuah media sosial.

Hatinya pun tergerak melamar ke perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas itu. Tak disangka, lamarannya diterima. Dia pun ditempatkan di gudang toko Alfamidi yang Kecamatan Medan Amplas, yang berlokasi dekat dengan rumahnya.

“Kantor dekat rumah, jadi bisa naik sepeda ke kantor,” ungkap David melalui juru bicara isyaratnya.

David tidak sendiri. Ada 23 kawan sesama penyandang disabilitas yang juga telah diterima bekerja di berbagai toko Alfamidi. Salah seorang di antaranya adalah Ahmad Syafii Fauzi. Sudah setahun lebih penyandang tuna daksa ini bekerja di toko Alfamidi.

“Kebetulan ada kawan yang sedang magang di Alfamidi. Dia memberi tahu saya ada lowong kerja buat penyandang disabilitas. Saya pun melamar dan diterima melalui jalur disabilitas dan ditempatkan di toko,” ungkapnya.

Kedua penyandang disabilitas ini mengaku rekan-rekan kerja juga menerima mereka dengan baik. Mereka tidak pernah disepelekan dan selalu dibantu jika mendapat kesulitan. Baik David maupun Fauzi merasa kebaikan kawan-kawan adalah salah satu suka kerja di Alfamidi.

“Dukanya?” tanya peliput.

“Sedihnya, kadang-kadang kawan-kawan tidak paham dengan bahasa isyarat saya. Kalau sudah begitu, saya pakai bahasa tulisan,” jawab David melalui juru bicara isyaratnya.

Perusahan Inklusi

People Development Manager PT Midi Utama Indonesia, Serida Rita Gustina Ginting, mengatakan, perusahaannya yang mengelola toko-toko Alfamidi ini memang berkomitmen membuka kesempatan bekerja kepada penyandang disabilitas.

“Kami adalah perusahan inklusi, menghargai keberagaman setiap karyawan kami, bukan hanya kepada kondisi fisik, tapi juga dari bagaimana keahlian dan kemampuan masing-masing karyawan,”

Dia mengatakan, sampai saat ini perusahaan mempunyai 24 karyawan. Dan saat ini masih ada seorang lagi yang sedang menjalani pembekalan.

“Soal penempatan, ya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan kemampuan serta kondisi teman-teman penyandang disabilitas. Saat ini banyak teman penyandang disabilitas yang kita tempatkan di toko,” tutupnya. Bum-rel/pam