Forum Komunikasi Mahasiswa Geruduk PLN Sumut

Medan-Bumantara: Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumatera Utara berunjukrasa di depan Kantor PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, Jumat, 7 Juli 2023.

Massa menuntut Kapolda Sumatera Utara dan Stakeholder terkait agar mengusut tuntas dugaan kongkalikong antara penambang Bitcoin dan PT PLN Wilayah Sumatera Utara.

Yang dimana penambangan Bitcoin sendiri harus membutuhkan daya yang sangat tinggi. Konsumsi listrik komputer di jaringan Bitcoin berkisar 130 terawatt-hour (TWH) perjamnya. Hal ini tentu saja masuk ke dalam kategori penggunaan listrik industri, namun praktik penambangan Bitcoin ini diduga tidak memiliki izin maupun persyaratan yang harus dipenuhi terkait pemakaian daya listrik.

“Jangan mentang-mentang mereka punya kekuasaan seenak hati mereka saja. Mereka itu sudah merugikan negara dan juga membuat kerugian masyarakat bahkan mereka juga membuat kebisingan ketika mesin mereka bekerja,” teriak Kordinator massa aksi, Iskandar.

Dalam aksinya, Iskandar meminta Kapolda Sumut, GM Manager PT. PLN Unit Induk Wilayah Sumut dan stakeholder yang terkait untuk memanggil dan memeriksa A.S yang diduga pemilik tambang Bitcoin yang berada di Komplek Golden Bridge Jalan Besar Delitua Desa Kedai Durian serta di Komplek Sanur Walk Jalan Besar Delitua Desa Suka Makmur, dan titik-titik lainnya yang diduga tidak memiliki izin penambang Bitcoin.

Massa aksi menyarankan Poldasu, PT PLN Unit Induk Wilayah Sumut, dan Pemprovsu membentuk tim investigasi, agar persoalan ini terang benderang dan tidak lagi ada terjadi unsur yang mengakibatkan kerugian negara.

“Kami sudah melayangkan surat aksi kedua untuk turun kembali dengan massa yang lebih banyak lagi, jika PLN, Kapolda tidak segera bertindak cepat,” tegas Iskandar.

Terpisah, Perwakilan dari PLN Unit Induk Wilayah Sumut Bidang Humas, Yudistira ketika menerima masa aksi mengatakan sudah melakukan pengecekan.

Namun pihak PLN UIP Sumut mengaju tidak mempunyai wewenang untuk membuka ruko yang diduga dijadikan tempat penambang Bitcoin.

“Dan kita akan bekerja sama dengan pihak pemerintah setempat dan juga stakeholder yang terkait agar aspirasi ini segera diselesaikan,” terangnya. Bum-Reyy